Setelah UN Dihapus, Apakah Perlu “Sekolah Dibubarkan Saja!”?

Beberapa bulan setelah pelantikannya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim membuat gebrakan dengan mengeluarkan kebijakan bernama “Merdeka Belajar”. Kebijakan ini mengandung 4 pokok kebijakan yang berkaitan dengan penggantian Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN) menjadi assesmen oleh sekolah, penghapusan Ujian Nasional (UN), penyederhanaan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) dan perubahan sistem zonasi untuk Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB).

Apakah kebijakan ini saja cukup? Apakah kebijakan ini sudah bisa menjawab semua masalah pendidikan di Indonesia?

Afdillah Chudiel dari Sumatera Barat, yang pernah menjadi relawan di PKBI Sumatera Barat, menceritakan masalah-masalah pendidikan yang ditemuinya di Tanah Minang tersebut. Curhatan Afdillah Chudiel ini disusun dalam sebuah buku berjudul “Sekolah Dibubarkan Saja!”.

Buku “Sekolah Dibubarkan Saja!”

Halaman belakang buku ini menampilkan kutipan yang sungguh menampar tentang sistem pendidikan yang terjadi saat ini di Indonesia. Kutipan ini juga yang membuat saya semakin tertarik membuka dan membaca satu demi satu lembar kertas di buku ini.

Bertanya Tabu

Membangkang Dosa

Kreatif Memalukan

Diam Emas

Penurut Membanggakan

Sekolah Dibubarkan Saja!

Buku ini dibuka dengan Kata Pengantar dari Fawaz, seorang relawan yang tergabung dalam Sokola Rimba. Sebagai orang yang bergelut dengan pendidikan di daerah terpencil, Fawaz menyimpulkan terdapat 3 bencana besar dalam pendidikan di Indonesia. Bencana tersebut berupa penyeragaman kurikulum, alienasi terhadap realita di sekitar murid serta kapitalisasi pendidikan. Bagaimana ketiga bencana tersebut terjadi, terutama di Sumatera Barat, akan kita ketahui dari tulisan Afdillah Chudiel di buku ini.

Baca Juga : “Sekolah Biasa Saja” yang Luar Biasa

Di buku “Sekolah Dibubarkan Saja!” ini, Afdillah Chudiel menjelaskan penyeragaman dan alienasi tersebut berdasarkan pengalaman yang pernah dialaminya sendiri atau diceritakan orang lain kepadanya. Kurikulum yang seragam namun tidak menjawab kebutuhan lingkungan sekitar anak, membuat seorang anak akhirnya memutuskan berhenti sekolah untuk membantu orang tuanya bekerja. Menurutnya, daripada harus belajar teori di sekolah, lebih baik belajar langsung dari keseharian di alam sekitar, karena bisa langsung diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Baca Juga : Sekolah Apa Ini, Kok Namanya SALAM?

Buku ini juga banyak menjelaskan fenomena mengeruk keuntungan dari sistem pendidikan kita yang masih carut marut ini. Ujian Nasional (UN) yang akhirnya dihapus oleh Mas Menteri, ternyata bisa menjadi ladang uang bagi sebagian pihak, salah satunya bimbingan belajar (bimbel). Saat ini bimbel menjadi ajang bisnis, dan tidak sedikit guru yang menjadi tutor di bimbel. Untuk mendapatkan nilai yang bagus di UN, anak harus ikut les tambahan ataupun bimbel agar lebih cepat paham. Ujian Nasional juga menjadi ajang jual beli bocoran kunci jawaban. Afdillah Chudiel sungguh berani menuliskan pengalaman seorang anak SMA melihat pelanggaran jual beli kunci jawaban ujian tersebut. Ujian Nasional hanya menjadi sebuah syarat agar lulus dengan nilai baik, entah bagaimanapun caranya. Untuk sebagian sekolah, ujian menjadi ajang gengsi-gengsian antar sekolah.

Bagi sebagian orang yang tidak beruntung secara ekonomi, sekolah juga memberikan ketidakadilan. Di sekolah negeri pun, meskipun sudah ada anggaran pendidikan dalam bentuk Bantuan Operasional Sekolah (BOS), kadang masing ditemukan beberapa pungutan/iuran dalam bentuk seragam sekolah, buku ataupun iuran pembangunan sekolah.

Salah seorang anak SMA di Sumatera Barat mengusulkan bagaimana jika sekolah dibubarkan saja, toh banyak sekolah hanya banyak menuntut namun tidak memberikan pelayanan yang terbaik bagi siswanya.

Menurut kalian bagaimana?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s