Financial Planning Ga Cuma Buat yang Udah “Double” Kok

Berawal dari status-status di Facebook tentang kenaikan BBM,kenaikan tiket pesawat dan sebagainya,  tanganku mulai gatel buat kultwit tentang “Perencanaan Keuangan” atau nama kerennya “Financial Planning”. Pas share Twitter sama Facebook tentang “kegatelan” menulis itu, kok banyak yang respon ya. Meskipun ada yang bilang “ngatur uang ga semudah yang dibilang financial planner”¸tapi kan kalau ga mau belajar dan ga mau mencoba ya pasti ga mudah. Ada juga yang bilang “Iya kamu single, jadi kan ga merasakan ribetnya ngatur uang”. Agak menohok juga sih, status bukan ukuran apakah kita “melek finansial” atau tidak.  

Baiklah, mau coba share bagaimana aku merencanakan keuangan ya. Semoga bermanfaat

  • Bukannya perhitungan banget. Tapi, aku punya budget pengeluaran per bulan yang aku bagi dalam beberapa pos. Ada pengeluaran rutin yang tetap nilainya buat tabungan , investasi, asuransi, infaq sama bayar kosan. Ada juga pengeluaran rutin buat makan, beli pulsa, beli sabun, yang harus dikeluarkan tetapi nilainya bisa disesuaikan. Dan ada pengeluaran hiburan buat beli buku, baju, kosmetik, nonton dll yang bisa dikurangi atau sama sekali tidak dikeluarkan kalau lagi bokek

Kalau dari bukunya Ahmad Gozali yg judulnya “Habiskan Saja Gajimu”, prinsip cashflow “orang kaya” itu 2.5% Zakat, Cicilan Utang 30%, Saving 10%. Baru Shopping 57.5%. Pokoknya selesaikan kewajiban dulu lah. Idealnya sih utang atau cicilan dan sebagainya itu kurang dari 30% gaji.

  • Setiap hari, aku catet semua pengeluaran tanpa terkecuali. Hehehehe.. Kemudian setiap minggu direkap ke Excel ke dalam masing-masing pos pengeluaran. Setiap akhir bulan, direview pos mana yang berlebih. J

Aku bikin format sendiri di Excel, yg bisa otomatis rekap pengeluaran masing-masing pos. Jadi kalau tengah bulan sudah ada tanda salah satu pos, bisa mulai ngerem pengeluaran.

Pernah sih bener-bener hemat makan, cuma makan sayur asem sama tempe tiap hari gara-gara pengeluarannya mepet. Biasanya sih awal-awal gajian makan enak dulu, tapi akhir bulan makannya tahu.. :p

Kayak baju, buku, nonton dll itu kalau pas akhir bulan dan kayaknya ga penting sih ga beli. Kalaupun beli atau nonton akhirnya pun mencoba mengurangi pos makan yang lain, biasanya pos makan :p

Kalau pos tabungan, zakat, investasi sih sebisa mungkin ga dikurangi. Makan sih yang paling sering dikurangi, sekalian diet.

Pokoknya sih Habiskan Saja Gajimu, tapi penuhi kewajiban dulu.. Kalau sebelum akhir bulan udah abis, ya itu urusanmu. Kalian udah tahu lah mana pos yang prioritas. Mana yang primer, mana yang sekunder dan mana yang tersier. Mana yang bener-bener butuh dan mana yang sekedar ingin..

Aku juga ada format yang aku dapat dari webnya QM Financial. Kalau ada yang berminat filenya bisa hubungi aku.

  • Aku memisahkan rekening belanja dengan rekening tabungan. Jadi sampai saat ini total aku ada 3 rekening tabungan.
  1. Rekening primer di bank swasta yang ATM ada di mana-mana, mobile banking dan cashless bankingnya bagus, ini buat rekening belanja dan kebutuhan sehari-hari.
  2. Rekening sekunder ada di bank BUMN yang aku pakai sejak zaman kuliah, ini fungsinya bener-bener buat tabungan keperluan tahunan. Misalnya traveling, kurban, atau beli gadget. Aku anggarkan kira-kira 5-7% dari gaji untuk tabungan ini. Kadang-kadang dari bonus atau THR juga sih. Yg penting ada perencanaan dulu selama satu tahun kira-kira butuh apa, dan setiap bulan harus nabung berapa. Aku agak ketat sama tabungan yang ini. Jadi misal pas akhir bulan ga ada uang di tabungan primer, aku “pinjam” dari tabungan sekunder. Karena statusnya pinjam ya, kudu dibalikin pas bulan berikutnya atau pas ada uang lebih. Biar ga lupa dicatet utangnya berapa ke rekening sekunder ini. Alhamdulillah, dari rekening sekunder ini bisa beli smartphone buat aku dan adekku, bisa qurban dan bisa traveling ke Bali sama adekku (bukan pamer, tapi motivasi aja yah)
  3. Rekening tersier, ini di Bank BPD sih. Awalnya buka buat Mystery Shopping urusan kantor. Akhirnya dipake juga, buat tempat nabung cicilan utang ke Ibuk.. J Ini juga ga boleh diutek-utek, kecuali buat bayar utang ke Ibuk. Makanya pilih bank yang ATMnya jarang..
  • Tabungan Berjangka, nah ini sih dibuka 2 tahun lalu. Jadi diambil autodebet dari rekening setiap bulan dalam waktu 2 tahun. Ga pake ATM, kalau diambil sebelum 2 tahun kena pinalti. Anggep aja ini Tabungan Terpaksa, karena dipaksa potong tabungan terus setiap bulan. Awal rencananya sih ni buat biaya nikah, tapi karena Allah belum mengijinkan, ya disimpan dulu. Mau dimasukin investasi lain (misal : deposito dan emas) biar uangnya ga cuma diem aja di tabungan atau dibuat dana darurat.
  • Asuransi, selain asuransi kantor, aku juga punya asuransi sendiri. Tapi inget ya asuransi ini sifatnya proteksi bukan investasi. Karena dari unitlink itu hanya sebagian besar yang diinvestasikan, sebagiannya dimasukkan premi.
  • Reksadana, nah ini yang menarik. Jadi baru ngeh tentang reksadana kira-kira setahun lalu. Setelah sebelumnya sempat terjebak dengan unitlink. Jujur niat awal buka asuransi unitlink karena tertarik dengan investasinya. Setelah banyak baca buku tentang Financial Planning, banyak yang bahas tentang reksadana. Kemudian mulai cari-cari info tentang reksadana. Dan Alhamdulillah setelah ikut seminarnya QM Financial tentang Investasi dan Proteksi, bulan Maret tahun 2013 aku beli reksadana pertamaku. Bulan selanjutnya rutin beli tiap bulan. Sedikit-dikit lama-lama menjadi bukit. Returnnya belum keliatan banget sih. Tapi setidaknya berani memulai dulu. Kalau ga berani kapan donk dapet returnnya J

Masalah investasi kaya gini, yg pertama tentuin aja dulu tujuannya apa, dan berapa jangka waktunya. Kalau dalam waktu dekat (<= 1 tahun)bisa pakai tabungan berjangka atau reksadana pendapatan tetap. Kalau mau jangka menengah (2-3 tahun) bisa pake reksadana campuran. Atau mau lebih panjang bisa pake reksadana saham. Atau yang mau umroh naik haji, bisa pake emas. Kalau yg udah expert pake investasi properti atau saham..

  • Dana Darurat, nah ini cukup penting juga. Ini dana simpanan yang likuid yang bisa kita pake kalau ada kebutuhan darurat, misalkan diPHK, atau masuk rumah sakit yg tidak tercover asuransi. Kalau misalkan diPHK, setidaknya masih ada dana simpanan untuk kehidupan sehari-hari. Kalau ga salah idealnya buat yg single 3x pengeluaran bulanan. Kalau buat yg double apalagi udah punya anak, nilainya lebih besar juga.
  • Terkait kenaikan BBM, Listrik, Elpiji dan Tiket Pesawat. Tidak ada salahnya hemat. Misalnya..
  1. Jarang keluar pake mobil atau motor. Kalau mau sekedar ke minimarket atau ke ATM aja, bisa dibarengin berangkat kantor. Atau kalau deket bisa jalan aja. Aku mah deket kantor, akhir-akhir ini sering jalan kaki.. Sehat men… Juga bisa ngurangi jajan, karena kalo bawa motor sukanya mampir kemana-mana
  2. Pakai listrik ya secukupnya aja, ga perlu nonton TV kalau ga dilihat. Mending baca buku aja :p
  3. Elpiji… Hmmm jarang masak sih di kos, tapi no comment. Kurangin aja masak yg ga penting, misal mie instan.. ga sehat lho
  4. Tiket Pesawat? Hmmm… Pinter atur budget aja, mana yg penting yg diduluin.. Ga perlu makan2 enak trus tapi ga sehat. Mending makan murah tapi sehat :p

 

Yang terakhir tapi tetep penting… BERSYUKUR, GA KEBANYAKAN NGELUH…  Kalau masih bisa ke mall tiap weekend, jangan ngeluh deh nyalahin sana-sini. Masih banyak mereka yg setiap hari banting tulang tanpa henti.. (Lagi sensi aja sama yang suka ngeluh ga punya apa2, tapi main aja mulu ke mall)

 

Kayaknya segitu dulu sharenya, kalau mau tanya-tanya bisa comment atau japri aja.

Oiya, banyak kok buku bagus tentang Financial Planning, beberapa yang udah aku baca :

  1. Untuk Indonesia yang Kuat, 100 Langkah untuk Tidak Miskin by Ligwina Hananto (@mrshananto)
  2. Habiskan Saja Gajimu by Ahmad Gozali (@AhmadGozali)
  3. Menjadi Cantik, Kaya dan Tetap Gaya by Prita Ghozie (@PritaGhozie)
  4. Make It Happen by Prita Ghozie
  5. FinChickUp by Farah Dini Novita (@dini828)
  6. Financial Planning, In What Stage Are You? by Tejasari Asad

Semoga bermanfaat 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s