Wisata Tipis Pinggir Surabaya : Mangrove, Kebun Bambu dan Taman Bunga

 

Surabaya, kota terbesar kedua di Indonesia mulai bekembang menjadi kota metropolitan. Puluhan pusat perbelanjaan dibangun, pertukaran uang berjalan lancar, bisnis berkembang, banyak  hotel baru didirikan. Surabaya pun menjadi semakin penuh dengan gedung tinggi. Pilihan refreshing pun kebanyakan belanja di mall, kuliner atau nongkrong di cafe yang pasti merogoh kocek yang cukup lumayan. Tapi, ternyata Surabaya masih menyimpan wisata dengan harga terjangkau dan cukup merefresh pikiran.

 

Ekowisata Mangrove Wonorejo

Kawasan wisata mangrove ini berada di pesisir timur Surabaya, lebih tepatnya di kawasan Wonorejo yang masuk wilayah Kecamatan Rungkut. Dari perempatan MERR (Middle East Ring Road) – STIKOM, sudah terdapat petunjuk arah menuju Wonorejo. Tapi jangan kecewa, dalam perjalanan menuju lokasi mangrove, kita akan bertemu dengan jalan yang berlubang-lubang. Bahkan sampai menjadi genangan kolam kecil ketika musim hujan. Mendekati kawasan, jalannya belum diaspal, masih bebatuan yang membuat seluruh badan bergetar apalagi kalau dilewati menggunakan sepeda motor.

Dari tempat parkir, kita akan disambut oleh pendopo yang cukup besar. Dari pendopo ke lokasi loket jogging track, kita akan menemukan beberapa gazebo yang terkunci, salah satunya ada gazebo Rumah Buku yang sepertinya merupakan program binaan Bank Indonesia. Tapi sayangnya, Rumah Buku ini tertutup rapat dan setelah saya intip kondisi dalamnya masih berupa buku-buku di dalam kardus yang belum ditata ke rak buku.

DSC_1415[1].JPG

Rumah Buku di Kawasan Ekowisata Mangrove Wonorejo

Oh iya, ekowisata mangrove ini sering jadi tempat untuk pemotretan pre wedding, jadi jangan heran ketika di tengah perjalanan kita akan melihat pasangan dengan dandanan agak heboh dengan rombongan fotografernya.

Dari kawasan gazebo, kita kemudian akan masuk kawasan pujasera yang menjual berbagai macam makanan, mulai dari yang ringan sampai yang berat, jadi jangan khawatir kelaparan kalau di sini. Buat yang mau keliling sungai menggunakan perahu, kawasan wisata yang dikelola oleh Pokdarwis Wonorejo Mangrove ini menyediakan layanan perahu wisata keliling sungai dengan tarif Rp 25,000 per orang. Awalnya saya dan teman saya tertarik untuk mencoba, tapi ternyata penumpang perahu tidak diberi fasilitas pelampung, kamipun mengurungkan niat. Meskipun sepertinya aman saja, tapi kami rasa keselamatan penumpang juga perlu diperhatikan.

Sebelum masuk ke loket masuk jogging track, ada dua monyet yang dirantai menyambut kami. Dan salah satu nama monyetnya adalah “Oka”. Pehlis, mirip nama salah satu idola saya, Oka Antara. Duh. Baiklah, abaikan.

DSC_1413[1].JPG

Monyet di Wisata Mangrove

Untuk masuk ke jogging track yang sepertinya cukup instagramable, kita hanya perlu merogoh dompet Rp 3,000 rupiah saja, mursida kan cyiinnn. Tempatnya lumayan kece, banyak spot yang instagramable (asal pas ga rame dan ga ada yang lewat), tapi tetep aja ya masih banyak sampah. Syediiihh banget, mbok ya kalau buang sampah yang bener.

DSC_1366[1].JPG

Say Hi to Wisata Mangrove

Di balik sampahnya yang masih berkeliaran, area jogging track ekowisata mangrove ini cukup membuat saya merasa amaze melihat beberapa jenis hewan dan tumbuhan baru yang saya belum pernah saya lihat sebelumnya. Ada beberapa jenis kepiting warna warni yang lucu-lucu. Ada buah mirip jambu yang agak runcing, dan ternyata namanya “bogem”. Ada juga buah mirip beri-berian yang sampai saya pulang masih belum tahu namanya. Tempat ini cocok juga untuk berwisata sambil mengenalkan anak terhadap hewan dan tumbuhan.

PhotoGrid_1457238480717[1].jpg

Spesies Unik di Wisata Mangrove

Di sepanjang jogging track, juga terdapat berbagai himbauan untuk menjaga lingkungan. Sebenarnya maksudnya bagus, tapi beberapa himbauan menggunakan gambar atau kalimat yang kurang pas. Seperti misalnya himbauan dengan tulisan “Hanya Manusia Purba yang Tidak Mengerti Buang Sampah Pada Tempatnya”. Kebetulan saya datang bersama teman saya yang dosen sejarah, dan dia pun ngomel-ngomel. Karena sebenarnya manusia purba pun sudah mengerti membuang atau mengumpulkan sampah. Satu lagi ada himbauan dengan tulisan “Cintailah Lingkunganmu seperti Kamu Mencintai Pasanganmu”, tapi ada gambar pasangan yang agak telanjang yang terlihat terlalu intim. Mungkin lebih baik kalau tulisannya diganti dengan “Cintailah Lingkunganmu seperti Kamu Mencintai Keluargamu” dengan gambar sebuah keluarga bahagia sejahtera sehat sentosa.

Secara keseluruhan, kalau mau melepas penat dengan harga yang murah, Ekowisata Mangrove Wonorejo ini bisa jadi alternatif. Saat ini memang di beberapa bagian masih dalam tahap pembangunan dan renovasi, tetapi masih nyaman untuk menjadi pilihan wisata.

 

Kebun Bambu dan Taman Bunga di Keputih

Beberapa waktu lalu, teman kampus saya mengirim gambar sebuah kebun bambu dan sebuah taman bunga yang instagramable yang katanya di Keputih, yang merupakan daerah tempat tinggal saya sewaktu kuliah.

Lokasi Kebun Bambu dan Taman Bunga ini berdekatan, lebih tepatnya di kawasan Terminal Keputih. Setahu saya kawasan ini dulunya kawasan sampah yang cukup kumuh, tapi sekarang disulap menjadi tempat wisata yang menyenangkan dan murah, cuma perlu bayar parkir. Karena bekas tempat pembuangan sampah, di beberapa bagian Kebun Bambu kita memang masih bisa menemukan bekas-bekas sampah. Yang penting sih pinter-pinternya kita aja cari spot foto yang instagramable. Lokasi ini juga menjadi lokasi untuk pemotretan pre wedding. Kalau weekend, lokasi ini rame banget, jadi kudu tambah pinter cari spot keren.

IMG_20160306_135234[1].jpg

Semoga Instagramable

Kalau Taman Bunga, letaknya di sebelah kebun bambu ini. Taman bunga ini memang masih dalam perawatan, beberapa bagian taman belum terlihat mekar, sehingga kurang keliatan banyak bunga-bunganya. Kalau pas lagi mekar semua sepertinya keren. Tapi dengan kondisi sekarang, taman bunga ini cukup bisa jadi tempat melepas penat dari rutinitas, dan tentu saja tempat untuk mendapatkan foto-foto yang pantas diunggah ke media sosial.

DSC_1448[1].JPG

DSC_1453[1].JPGDSC_1458[1].JPG

Berwisata tidak harus selalu ke luar kota, tidak harus selalu mahal.

Advertisements

2 thoughts on “Wisata Tipis Pinggir Surabaya : Mangrove, Kebun Bambu dan Taman Bunga

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s