Jangan Minder Meski Berbeda dengan yang Lainnya

 

Jangan langsung komentar atau menghujat ya Kakak-Kakak, sebelum baca ini secara detail. Tulisan ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan peristiwa 4 Nopember 2016 ataupun dengan prahara Pilkada Jakarta. Sedikit informasi di awal, maksud kata “beda” di sini tidak berkaitan dengan perbedaan agama ya. Kalau mau tahu lebih jelasnya “beda” apa yang aku maksud, yuk cuss baca sampai selesai.

Sejak kecil, di bangku sekolah dasar (SD) di mata pelajaran PPKn kita sering dijelaskan tentang manusia sebagai makhluk sosial, yang senantiasa hidup berdampingan dengan manusia yang lainnya. Sebagai makhluk sosial, manusia cenderung mengelompok (atau bahasa kerennya sekarang : berkomunitas) dengan mereka yang mempunyai beberapa kesamaan dengan mereka. Contoh sederhana saja, kelompok RT yang berarti kumpulan orang-orang yang tinggal dalam satu lingkungan RT yang sama. Lebih jauh lagi, kelompok atau komunitas orang-orang dengan hobi atau minat yang sama, seperti komunitas fotografi dan komunitas relawan. Kesamaan almamater pun membawa kita pada komunitas atau kelompok alumni. Di era teknologi ini, komunikasi komunitas ini lebih dimudahkan dengan adanya media social messaging yang bermacam-macam dengan keunggulan fitur masing-masing. Mulai dari WhatsApp, LINE, Telegram dan lain-lain.

40257-everyone-is-different-quotes

Tidak jarang, dalam kehidupan sosial kita dengan kelompok atau komunitas kita, kita menjadi seseorang yang berbeda sendiri dibandingkan yang lainnya. Sekali lagi perbedaan ini tidak berkaitan dengan perbedaan dalam hal SARA ya.

Mungkin agak sedikit curhat ya. Hahahahaha. Beberapa tahun terakhir, kadang aku sendiri merasa berbeda dibandingkan yang lainnya. Misal zaman kuliah, pas masa organisasi, kalau teman kampus banyak yang sukanya berurusan dengan kegiatan kampus, akunya lebih suka berurusan dengan kegiatan komunitas beasiswaku di luar kampus. Dibandingkan teman sesama pengurus harian di organisasi kampus, kadang juga merasa beda sendiri. Bedanya gimana? Ya merasa paling tidak berkompeten aja.

Kalau sudah punya prinsip sendiri untuk mencapai tujuan, kadang beberapa orang memang keukeuh dan nyaman dengan pandangannya atau sikapnya terhadap sesuatu. Contoh nih, sekitar dua tahun kemarin, aku memutuskan program diet #DemiNeser2016. Dengan program ini memaksa aku untuk punya menu beda dengan yang lainnya. Tidak jarang memutuskan untuk tidak ikut keluar bareng sama teman kantor pas jam makan siang hanya karena tidak mau makan junkfood. Mungkin beberapa orang mikirnya “Neser sok ah, ga mau makan bareng”.

Tidak jarang juga, perbedaan segmen membuat kita merasa berbeda dengan yang lainnya. Sebagai orang ndeso¸ yang hanya lulusan S1 saja, tidak jarang membuatku minder dibandingkan sesama teman kantor. Tapi, beda itu tidak masalah kan, yang penting berprestasi. Kalau teman kantor pada sukanya traveling cantik, apalah aku yang arek embongan yang sukanya jalan-jalan penuh keringat dan petualangan. Yang penting pengalamannya banyak.

Begitu juga dalam hal nonton film. Kalau sekarang kayanya kebanyakan seumuranku sukanya nonton film Hollywood dengan aktor dan aktris terkenal, apalah aku yang suka nonton film Indonesia. Ga heran kan akunya suka nulis review tentang film Indonesia. Meskipun banyak teman yang menganggap film Indonesia itu tidak berkualitas ataupun bilang “Ah bentar lagi kan tayang di televisi”. Kalau menurutku, kalau yang nonton bukan kita orang Indonesia ya siapa lagi. Saking bedanya ini dalam hal nonton ini, tidak jarang sih aku nonton film Indonesia sendiri. Daripada memaksakan kehendak kita kepada orang lain, lebih baik nonton sendiri. Semua yang dipaksakan itu tidak baik ujungnya. Eeeaaakkk.

Tidak jarang karena perbedaan kita dalam memandang suatu masalah, membuat kita saling beradu pendapat dengan teman kita yang lain. Beradu pendapat ga masalah, yang penting saling saling adu jotos dan adu hujat di media sosial saja. Adu pendapat pun sebaiknya didukung dengan data yang valid dan data.

Pokoknya menjadi berbeda itu asyik kok, setidaknya tidak akan terlalu bergantung dan dimanfaatkan orang lain karena keinginan kita untuk selalu menjadi sama dengan yang lainnya.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s