“Menyeberang” ke Kelas Inspirasi Tegal

 

Sepertinya cerita pengalaman Kelas Inspirasi pertama di provinsi sebelah tidak boleh dilewatkan begitu saja. Setelah beberapa hari sok sibuk karena pekerjaan, akhirnya baru punya kesempatan buat nulis tentang pengalaman Kelas Inspirasi pertama di Jawa Tengah.

Kali ini, Kelas Inspirasinya di sebuah kota di kawasan jalur Pantura. Sebut saja namanya “Tegal”.

“Kenapa ikut Kelas Inspirasi Tegal?”

“Soalnya tahun lalu ga jadi ikut.”

“Kenapa tahun lalu pingin ikut?”

Eh ini kalau kepanjangan jadi serasa diinterogasi deh, trus ntar takutnya curcol. Eeeakkk.

Kelas Inspirasi Tegal kali ini merupakan pelaksanaan Kelas Inspirasi Tegal yang ke-2. Kelas Inspirasi pertamaku di Jawa Tengah. Kelas Inspirasi pertamaku di Tegal. Tapi main ke Tegal-nya udah empat kali ini.

Secara administratif, daerah Tegal terbagi menjadi Kabupaten Tegal dan Kota Tegal. Kebetulan pelaksanaannya sebagian besar di Kabupaten Tegal yang terkenal dengan teh poci dengan gula batu-nya.

Teh poci mas, manis gulo batu

                Mampir mriki bakule mbak ayu

                Dasar ngunjuk teh poci

                Biso kagem jampi

                Jampi wuyung sing lagi gandrung

 

Malah nyanyi. Oke balik fokus Nes.

Kali ini kebetulan ditempatkan di sebuah sekolah yang terletak di Kecamatan Kedungbanteng, lebih tepatnya di Desa Semedo. Perjalanan dari Stasiun Tegal menuju Desa Semedo ini kurang lebih bisa menghabiskan waktu 1,5 – 2 jam, dengan medan yang cukup menantang. Meskipun lebih menantang perjalanan menuju rumahku sih. #curhat

 

IMG-20161101-WA0003.jpg

Medan menuju Semedo

Setelah 2 tahun ga naik kereta menuju Tegal ini, akhirnya kembali lagi ke sini. Karena Hari Inspirasi di hari Sabtu, jadinya berangkat di Jumat sore, dengan konsekuensi izin ¼ hari. Dari Surabaya Pasar Turi sekitar 16.15 pakai kereta api Harina, sampai di Tegal cukup on time sekitar 22.59.

Karena rombongan Semedo cukup banyak, perjalanan dari Stasiun Tegal sebagai meeting point kami, menuju Desa Semedo dilakukan sebanyak 2 kali. Kloter pertama, yang sebagian besar datang dari Jakarta, sudah sampai di stasiun sekitar pukul 15.30, dan kemudian berangkat dulu ke Semedo.

Kloter kedua, selain aku yang sendirian berasal dari timur, dua teman yang dari Jakarta, juga ditambah teman-teman yang tinggal di kota Tegal dan juga satu teman yang datang dari Jakarta. Kedatangan tim terakhir terjadwal sekitar pukul 00.30. Sekitar jam 00.00, sebagian besar tim kloter kedua sudah stand by di Stasiun Tegal. Namun apalah daya, ternyata kereta juga bisa delay cukup lama. Tim terakhir datang sekitar pukul 03.00. Jadilah kami tiduran di ruang tunggu Stasiun Tegal. Antara tidur nggak tidur sih. Tapi ini pengalaman keren sih, pertama kalinya nih tiduran di depan stasiun.

Sekitar 03.15 kami pun meluncur ke Semedo. Karena mata sudah ga kuat, perjalanan Tegal – Semedo pun saya nikmati sambil merem. Lagi-lagi antara tidur atau enggak. Tapi tahu-tahu udah nyampe di depan Balai Desa yang menjadi base camp untuk relawan laki-laki. Kalau relawan perempuan, tidurnya di bekas rumah warga yang akan dijadikan homestay. Kenapa homestay, cerita di bawah ya.

Di SDN Semedo ini kami para relawan harus berhadapan dengan 300 siswa. Jumlah siswa terbanyak selama Kelas Inspirasi yang pernah aku ikuti. Lokasi SDN Semedo ini cukup unik. SDN Semedo dibagi menjadi 2 area sekolah yang dikenal dengan gedung barat dan gedung timur, dengan jarak antar gedung sekitar 500 meter. Gedung timur digunakan kelas 3-5, sedangkan gedung barat digunakan kelas 1,2, dan 6. Namun, lapangan yang luas ada di gedung timur, yang menjadi lokasi pembukaan dan penutupan kegiatan Kelas Inspirasi ini.

IMG-20161101-WA0004.jpg

Jalan menuju SDN Semedo

Karena jarak dua gedung yang terpisah ini, para relawan pun semangat untuk jalan ke gedung lainnya ketika rolling jam istirahat atau ketika pembukaan dan penutupan. Jalan kaki bikin sehat kok.

Dengan jumlah siswa yang banyak banget, Kelas Inspirasi Tegal 2 di SDN Semedo ini cukup petjaaaahhh. Rame banget, didukung oleh dokumentasi menggunakan drone oleh dokumentator sekaligus relawan pengajar cabutan di SDN Semedo ini. Kenapa cabutan? Beberapa hari menjelang Hari Inspirasi, SDN Semedo kekurangan dokumentator dan pengajar, sehingga harus mencari pengganti. Dan, alhamdulillah, lancar. Ini teaser video hasil dokumentator kece-kece SDN Semedo.

 

Kalau beberapa Kelas Inspirasi sebelumnya, maksimal aku mengajar 20 siswa setiap kelasnya. Di SDN Semedo ini, aku sempat mengajar kelas 4 yang jumlahnya hampir 50 siswa. Amazing, wonderful aye pokoknya. Sampai-sampai di akhir sesi mengajar yang kelima, tanganku sudah hampir lemes buat nulis.

Dan inilah, tim relawan SDN Semedo yang lebih keren disebut Semedo Squad katanya. Terima kasih untuk pengalaman berharganya wahai teman-teman baru.

IMG_0469.JPG

Semedo Squad

*PS : Oh iya, terkait masalah homestay tadi, di Desa Semedo sedang dikembangkan pariwisata berupa wisata sejarah situs manusia dan hewan purba. Salah satu persiapannya dengan persiapan homestay dan infrastruktur menuju lokasi wisata. Semoga kapan nanti bisa balik ke sana lagi. Aaamiin.

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s