BRATA, Serial Kriminal Asli Indonesia

Paket pascabayar dari provider merah yang aku gunakan memberi aku kuota untuk menonton di layanan streaming over the top (OTT) seperti HOOQ, Maxstream dan VIU hampir 12 GB dalam sebulan. Biasanya sih aku pakai buat nonton film-film Indonesia.

Suatu saat berkeliaranlah poster promo webseries yang ada gambarnya Bli Oka Antara. Karena emang dasarnya aku suka nonton webseries kaya Switch dan Sore yang pernah aku ulas juga di blog ini

Official Poster – BRATA
Official Trailer – BRATA

Baca juga :

Serial “SWITCH” : Tertukarnya Jiwa Dua Sahabat yang Berbeda Watak

Tentang “SORE”, Sebuah Webseries dengan Pesan yang Manis

Continue reading
Advertisements

Sedikit Cerita tentang Gempa Lombok

Minggu pagi, 29 Juli 2018, saya sedang berada di depan ruang ICU menunggu Bapak yang semalam masuk ruang perawatan khusus tersebut. Pagi-pagi beberapa grup dalam aplikasi WhatsApp saya sudah ramai dengan notifikasi. Semuanya mengabarkan satu berita “Lombok Gempa 6.4 SR”. Saya bergegas mengecek kondisi teman-teman yang di sana. Alhamdulillah aman. Tapi di beberapa daerah yang pernah saya datangi seperti Sembalun dan Bayan, dikabarkan mengalami kerusakan yang cukup parah. Hari itu saya hampir terus menerus mengecek kondisi di sana melalui berbagai media.

Teman-teman saya di Kelas Inspirasi Lombok mulai gerak cepat menyusuri lokasi terdampak gempa, mencatat kebutuhan korban, menggalang dana dan menyalurkan bantuan. Salah satu teman saya di Bali mengajak saya “Ke Lombok yuk Nes, bantu trauma healing di sana”. Di dalam hati rasanya sungguh ingin ke sana, tapi dengan kondisi Bapak yang masih dalam perawatan, rasanya saya belum bisa ke sana dalam 1-2 minggu ke depan.

Sembalun, salah satu daerah terdampak gempa Lombok

Hari Minggu, 5 Agustus 2018, saya sedang berada di kereta kembali ke Surabaya ketika mendapatkan berita gempa besar kembali terjadi di sana. Kekuatannya 7.0 SR, lebih besar dibandingkan gempa seminggu sebelumnya. Padahal teman-teman di sana baru selesai melaksanakan trauma healing di salah satu lokasi terdampak gempa. BMKG melalui berita resminya mengabarkan gempa kali ini berpotensi tsunami. Teman saya mengabarkan kondisi di Mataram yang dilanda kepanikan, banyak warga yang mencari tempat perlindungan. Dada saya mulai merasa sesak, mulai gelisah di kereta. Satu jam kemudian, BMKG mencabut peringatan dini tsunami tersebut. Sedikit bernafas lega. Tetapi daerah yang terdampak gempa mulai bertambah, hampir seluruh Kabupaten Lombok Utara luluh lantak.

Saya kira dengan adanya dua gempa besar tersebut, gempa besar tidak akan terjadi lagi. Siang itu Kamis, 8 Agustus 2018, saya sedang ngobroldengan teman-teman kantor pada jam istirahat ketika notifikasi BMKG muncul di saya. Saya yang awalnya duduk di kursi, mulai lemas dan terduduk di lantai. “Ya Allah, kapan ini berhenti”. Saya pun memberanikan diri minta izin kepada Ibuk lewat WhatsApp, dan jawabannya “Silahkan”. Ibuk ini memang paling paham kalau anaknya tidak bisa dilarang.

Continue reading

Milly & Mamet : Lebih Realistis daripada Cinta & Rangga

Setelah 2016 lalu kita dimanjakan dengan nostalgia Rangga dan Cinta di kota kenangan yang namanya Yogyakarta, akhir 2018 ini Miles Film kembali mengajak kita menikmati AADC Universe dari sisi berbeda. Iya, sesuai judul tulisan ini, film ini bercerita tentang Milly, sahabat Cinta dan Mamet, lelaki yang pernah tergila-gila naksir sama Cinta semasa SMA.

Baca juga : Ada Apa dengan Jogja?.. Eehh.. Ada Apa Dengan Cinta 2?

Di film “Ada Apa Dengan Cinta 2” yang pernah aku review di sini, diceritakan kalau Mamet dan Milly sudah menikah dan Milly pas lagi hamil. Pasti mikir ya pas nonton AADC 2 “Kok bisa Milly sama Mamet? Kan dulu Mamet sukanya sama Cinta?”. Nah di film “Milly & Mamet” ini, di awal diceritakan bagaimana pertemuan kembali Geng Cinta dengan Mamet dalam reuni satu dasawarsa alumni SMA mereka.

Tidak banyak diceritakan bagaimana perjalanan cinta Milly dan Mamet sampai menikah, karena film ini menceritakan tentang masa setelah AADC 2, yaitu setelah anak Milly dan Mamet lahir. Anak laki-laki pasangan lucu ini namanya Sakti. Tapi kalau kalian berharap ada Mas Nico alias Rangga yang kaku-kaku romantis di sini, lebih baik mulai pelan-pelan dihilangkan aja harapan itu. Ga ada Rangga dengan puisi romantisnya, karena film ini menurutku lebih realistis, terutama untuk keluarga muda milenial Indonesia.

Continue reading

“Kulari ke Pantai”, Film Anak Sarat Pesan Kekinian

Setelah sukses melahirkan film “Petualangan Sherina” di tahun 2000, 18 tahun kemudian duet produser dan sutradara kondang, Mira Lesmana dan Riri Riza kembali melahirkan film anak. Mengambil tema kekinian, film berjudul “Kulari ke Pantai” ini memberikan tambahan tontonan anak-anak di masa liburan sekolah ini.

Film anak ini dibintangi oleh Marsha Timothy yang berperan sebagai Mama Uci, seorang perempuan Jakarta yang memilih tinggal di Pulau Rote bersama suaminya Irfan (diperankan oleh Ibnu Jamil). Pasangan ini punya anak perempuan bernama Sam (nama panjangnya Samudra Biru, dipanggil “Sam” bukan “Sem” ala lidah barat ya). Sam ini diperankan oleh artis cilik bernama Maisha Kanna. Sam punya sepupu bernama Happy (diperankan oleh Lil’li Latisha).

Setelah mudik ke Jakarta untuk ulang tahun neneknya, Mama Uci dan Sam berencana kembali ke Rote naik mobil berdua saja. Tapi, Mama Kirana, ipar Mama Uci (Mama Happy yang diperankan oleh Karina Suwandi) ingin Happy ikut dalam road trip tersebut. Kenapa ya?

Kedua saudara sepupu ini punya sifat yang cukup berkebalikan. Sam, anak pantai Rote yang aktif, berani, tidak kecanduan gawai dan pintar surfing juga lho. Berbeda dengan Happy, yang lebih tua dua tahun dari Sam. Happy anak kota cenderung manja dan kekinian dengan gawainya. Ternyata Mama Kirana ingin Happy mendapatkan pelajaran berharga dari road trip ini, selain untuk kembali mendekatkan Sam dengan Happy yang cukup berbeda sifat ini.

Penasaran road trip-nya seperti apa? Tonton donk ya, ajak anak boleh (kalau sudah punya), ajak suami juga bisa, ajak pacar juga monggo, sendiri seperti saya juga ndak papa. Buat mereka yang belum maupun sudah berkeluarga, banyak pesan tentang keluarga yang bisa didapatkan dari film ini.
Tapi silakan ditonton dulu poster dan trailer-nya di bawah ini. Sebelum saya coba bahas sekilas tentang pesan moral kekinian yang dibawakan oleh film ini.

419px-Poster_Kulari_Ke_Pantai

Continue reading

Tentang “SORE”, Sebuah Webseries dengan Pesan yang Manis

Sebenarnya webseries ini sudah tayang di Official YouTubenya salah satu merek pemanis buatan rendah kalori tahun lalu, tepatnya di sekitar bulan Februari – Maret 2017. Total webseries yang berjudul SORE ini ada 9 episode. Saya sendiri baru melihat webseries ini setelah beberapa episode, tidak dari awal tayang. Waktu itu nonton streaming stripping sampai jam 2 pagi pas tugas kerja di Bali. Demi ceritanya yang sungguh unchhh dan Dion Wiyoko yang sungguh ehem.

Oh iya belum cerita siapa aja yang jadi pemeran di webseries film ini. Seperti yang sudah saya tulis sebelumya, ada Koko Dion Wiyoko, yang berperan sebagai Jonathan, fotografer asal Indonesia yang bekerja di Italia. Pemeran Sore sendiri adalah Tika Bravani, dengan wajah polos, sendu tapi tetap cantik itu.

Ini official poster sama official trailer-nya.

Poster SORE.jpg

Meskipun sudah setahun lebih menonton webseries ini, pesan manisnya masih kerasa banget. Apalagi kemarin sempat diulas di majalah Marketeers edisi Juni 2018 dan ternyata pernah dibahas juga di website Marketeers di sini.

Mungkin ulasan ala-ala ini agak sedikit spoiler, ga papa kan ya?

Continue reading

Ramadan yang Dinantikan, Lebaran yang Ditakutkan

Tulisan singkat ini sebenarnya terinspirasi dari percakapan sekilas bersama PakLik (Bapak Cilik, sebutan untuk adik dari Bapak/Ibuk).

Ramadan, bulan kesembilan dalam penanggalan Hijriah ini ditunggu oleh banyak orang. Bulan ini ditunggu dengan berbagai alasan.

Dalam Islam, bulan ini adalah bulan diturunkannya kitab suci Al Quran. Di bulan ini, umat Muslim diwajibkan berpuasa selama satu bulan penuh. Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, di mana semua ibadah yang kita lakukan di bulan ini akan dilipatgandakan pahalanya oleh Gusti Allah. Ini salah satu alasan bulan Ramadan begitu dirindukan. Waktu di bulan Ramadan buat saya terasa sempit, berbeda dengan waktu sehari-hari di bulan biasa, meskipun sama-sama berdurasi 24 jam. Di yang serasa sempit ini, sebagian orang berlomba-lomba untuk meningkatkan ibadahnya, meningkatkan doanya agar lebih diijabah oleh Gusti Allah. Mumpung dikasih waktu special, pada satu dari dua belas bulan dalam setahun ini tidak ada salahnya sedikit mengesampingkan dunia. Masjid ataupun mushola yang biasanya sepi, mulai dipenuhi orang untuk sholat berjamaah tepat waktu. Suasana tadarus Al Quran yang jarang kita dengar di bulan biasa, pada bulan Ramadan kita dengarkan terus tiap malam di bulan Ramadan. Di bulan Ramadan, sedekah dan amal yang kita berikan kepada mereka yang berhak juga akan dilipatgandakan pahalanya.

Ramadan dinantikan oleh banyak sekali pedagang, terutama penjual makanan dan minuman. Kondisi haus ketika berpuasa, tidak jarang membuat orang gelap mata dalam membuat atau membeli hidangan untuk berbuka puasa. Penjual takjil bertebaran di pinggir jalan, berkah Ramadan. Sayangnya tidak sedikit yang menyajikan gorengan penuh minyak ataupun es dingin berwarna-warni.

Continue reading

Tembok Tinggi yang Dibangun Arini Runtuh karena Optimisme Jiwa Muda Nick (Review Film “ARINI”)

 Bagi beberapa perempuan, luka yang pernah mereka alami di masa lalu akan mendorong mereka untuk membangun tembok yang tinggi dan keras  di hati mereka agar tidak gampang ditembus. Kok saya tahu? Pengalaman woi. Begitu juga dengan Arini (Aura Kasih), janda berusia 38 tahun yang sedang menempuh pendidikan S2-nya di Jerman. Terkesan angkuh, kukuh, namun di dalamnya rapuh. Oke sebelum lanjut, bagaimana penampakan awal kerasnya Arini, kita lihat official trailer dan official poster-nya dulu.

Arini.jpg

Dalam sebuah perjalanan di dalam kereta, Arini bertemu dengan Nick, seorang mahasiswa yang mengaku berasal dari Filipina, melanjutkan studi di London saat ini sedang liburan keliling Eropa dan kehabisan yang. Dengan gaya slengekan ala anak muda 23 tahun, Nick pun mengajak Arini berkenalan. Masih dengan temboknya yang kukuh, Arini memperkenalkan diri sebagai Ibu Utomo. Dengan optimis juga, Nick terus mengejar Arini sampai ke apartemennya. Pada akhirnya Nick pun mengakui bahwa dia juga berasal dari Indonesia.

Continue reading