Rekomendasi Bakmi Jogja Terenak di Surabaya

Jogja itu memang ngangenin. Mulai dari suasana sampai kuliner-kulinernya. Mulai dari gudeg sampai bakmi Jawa yang rasanya khas banget. Kalau lagi di Surabaya dan lagi kangen-kangennya sama Jogja tapi ga bisa main ke Jogja, datang ke salah satu dari 3 “warung” bakmi Jogja ini bisa jadi salah satu pengobat rindu Jogja.

Tebak Bakmi Jogja

Bakmi Jogja Trunojoyo

Sesuai namanya, warung bakmi ini awalnya terletak di Jalan Trunojoyo. Sekitaran tahun 2014-2015, warung bakmi ini pindah di Jalan Tegalsari, lebih tepatnya di sebelahnya SPBU Tegalsari. Suasananya terkesan nJawani dengan nuansa Jogja. Ada tempat duduk yang berada di dalam rumah inti, dan ada sebagian di belakang.

Masuk gerbang warung ini kita akan disambut dengan stan pisang goreng kipas. Pisang goreng kipas ini disajikan dengan cocolan gula putih dan gula jawa halus. Untuk menikmati pisang goreng ini kita bisa pesan dulu di stan dan membayar langsung ke kasir. Setelahnya kita bisa menikmati pisang goreng hangat dicocol dengan gula jawa halus sambil menunggu pesanan makanan berat datang.

Pisang Goreng

Pegawai di Bakmi Jogja Trunojoyo menggunakan bahasa Jawa ketika melayani pembeli. Bahasa Jawa yang digunakan termasuk dalam tingkatan bahasa Jawa halus atau kromo. Jadi teman-teman yang dari luar Jawa siap-siap agak roaming ya kalau makan di sini.

Bakmi Jogja Trunojoyo menyediakan menu bakmi, bihun dan nasi. Bakmi dan bihun bisa disajikan dalam bentuk godhok (rebus), nyemek (kuah sedikit) dan goreng. Nasi goreng bisa dipilih dalam bentuk nasi goreng biasa dan nasi goreng ruwet. Semua menu bisa memilih level kepedasan yang diinginkan, dari level tidak pedas, sedang sampai pedas. Untuk tambahan, bisa tambah topping seperti brutu, uritan, ati ampela dan telur.

Dalam penyajiannnya, bakmi dan bihun disajikan dengan taburan bawang goreng dan potongan seledri yang segar. Dalam seporsi bakmi ataupun bihun, sudah lengkap dengan telur, kol dan suwiran ayam yang lumayan. Mie yang digunakan dalam bakmi, tekstur berupa mie yang lurus dengan diameter yang tidak terlalu kecil atau tidak terlalu besar. Bakmi atau bihun yang pedas disajikan dengan potongan cabe rawit, bukan dalam bentuk sambal. Potongan cabe rawit ini menambah kesan natural, otentik dan tentu saja menambah kejutan pedas tersendiri. Kalau kurang asin atau kurang gurih pedas, disediakan garam dan lada di meja. Kurang pedas tapi malas panggil pegawai? Ambil cabe yang ada di mangkok acara aja.

Menu minuman unik yang disajikan adalah teh poci dengan gula batu. Dalam seporsi teh poci, disajikan satu poci teh tubruk dan dua cangkir lengkap dengan gula batu. Meminum teh poci ada filosofinya lho. Setelah menuangkan teh tubruk ke cangkir yang berisi teh poci kita langsung meminum tehnya, kita akan cenderung mendapatkan rasa pahit atau asam dari teh. Setelah beberapa lama teh bercampur dengan teh poci, kita akan mendapatkan rasa manis. Begitu pula hidup, pahit asam dulu baru manis kemudian. Yaaa kaannn.

Teh Poci

Seporsi makanan berat di Bakmi Jogja Trunojoyo diberi harga sekitar Rp 21.000,- . Topping seperti ati ampel diberi harga RP 6.000,-. Seporsi teh poci bisa kita dapatkan dengan harga Rp 15.000,-. Bakmi Jogja Trunojoyo ini tutup di hari Senin.

Bakmi dan Sate Klathak Djogdja

Kalau Bakmi dan Sate Klathak Djogdja ini menyediakan makanan yang lebih beragam, sesuai dengan namanya. Bakmi dan Sate Klathak Djogdja ini terletak di Jalan Adityawarman, lebih tepatnya di seberang Surabaya Town Square atau Lab Pramita. Kalau dari arah perempatan Adityawarman – Indragiri tinggal lurus atau belok kiri (kalau dari Indragiri), jalan pelan jangan cepat-cepat karena lokasinya di kanan jalan dengan signage kurang keliatan. Bakmi dan Sate Klathak ini tutup di hari Kamis.

Tempatnya tidak terlalu besar, tetapi suasananya lebih cenderung tenang dan tetap nJawani dengan beberapa tempelan poster peribahasa dalam bahasa Jawa. Pegawai di Bakmi dan Sate Klathak Djogdja ini juga menggunakan bahasa Jawa ketika melayani pembeli. Ketika membuka pintu, kita akan disambut dengan dentingan bel dan salam pegawai dalam bahasa Jawa.

Untuk menu bakmi dan nasi, tersedia bakmi godog, nyemek dan goreng serta sego goreng dan sego goreng Magelangan. Sego goreng Magelangan ini sama dengan nasi goreng ruwet atau nasi gorang mawut, yaitu nasi yang dicampur dengan mie goreng. Menu bakmi dan nasi ini diberi harga Rp 30.000,-.

Pada menu bakmi, mie yang digunakan adalah mie kriting dengan tekstur yang lebih keras. Penyajiannya pun dengan taburan bawang goreng, seledri dan tentu saja cabe rawit bagi yang memesan menu pedas. Buat saya, rasa bakmi nyemek di sini lebih nJawani, nJogjani dan lebih nendang dibandingkan di Bakmi Djogja Trunojoyo. Paduan mie kriting dan telurnya mirip dengan mie instan. Lumayan jadi obat kangen mie instan kan.

Menu lain yang otentik dari Jogja adalah menu Sate Klathak, sate kambing yang ditusuk dengan menggunakan ruji sepeda. Sate ini seperti sate yang dimakan sama Cinta dan Rangga di Ada Apa Dengan Cinta 2?. Penggunaan ruji sepeda untuk memanggang sate terutama sebagai konduktor penghantar panas agar daging lebih empuk. Sate klathak dibakar tanpa bumbu kecap dan disajikan dengan sedikit kuah. Kuahnya lebih enak kalau dikonsumsi pas masih panas atau hangat, karena kalau pas udah dingin akan terasa banyak lemaknya. Seporsi Sate Klathak dipatok dengan harga sekitar Rp 28.000,-

Sate Klathak

Selain Sate Klathak, menu ala kambing lain yang disediakan adalah tongseng, tengkleng, sate bumbu, gule dan nasi goreng kambing. Menu-menu berkolesterol tinggi ini dipatok dengan harga sekitar Rp 28.000,- sampai Rp 30.000,-. Selain itu ada menu cemilan seperti tempe mendoan, tahu/tempe bacem dan tahu petis. Menu ini dihargai Rp 6.000,- saja. Tempe mendoan yang disajikan pun bukan sekadar tempe mendoan ala-ala yang kecil nan berminyak seperti di salah satu stan teh gelasan itu. Tempe mendoannya benar-benar kepleh, lebar dan enak pokoke kaya di Banyumas.

Tempe mendoan dan kopi jahe

Kalau mau hangat, ada berbagai minuman khas Jogja yang tidak kalah enaknya, yaitu wedang uwuh. Minuman yang berasal dari berbagai rempah yang dianggap sampah (uwuh) ini sungguh melegakan tenggorokan sewaktu diminum hangat. Minuman hangat lain yang disajikan tentu banyak dan beragam, termasuk ada kopi jahe dan wedang ronde.

Wedang Uwuh

Untuk minuman dingin, minuman botol khas Jogja ini tidak boleh dilewatkan begitu saja. Yaps, es limun soda sarsaparila yang disajikan bersama es batu sungguh bisa jadi teman makan bakmi. Biar tambah kerasa di “Jogja”-nya. Kalau mau minum tanpa bawa pulang botolnya, harganya Rp 16.000,-, kalau mau bawa botol untuk kenang-kenangan harganya jadi Rp 18.000,-.

Es Sarsaparila

Bakmi Pulo Jawi

Bakmi Pulo Jawi ini setahun lalu namanya masih Bakmi Plengkung Gading. Terakhir ke sana minggu lalu, namanya sudah berganti dengan nama Bakmi Pulo Jawi. Lokasinya berada di Jalan Arjuno.

Tidak berbeda jauh dengan Bakmi Jogja Trunojoyo, menu yang disediakan adalah menu bakmi, bihun dan nasi. Namun ada pilihan tambahan topping pentol bakso. Harga normal Rp 18.000,-, untuk harga tambahan dengan pentol bakso jadi Rp 25.000,-.

Berbeda dengan penyajian di dua warung bakmi sebelumnya, kepedasan Bakmi Pulo Jawi ini dalam bentuk sambal atau bumbu yang sudah dicampur, bukan irisan cabe. Tekstur mie yang digunakan adalah mie yang lurus dengan diameter yang agak besar.

Jenis wedangnya beragam, mulai dari susu tape ketan, wedang susu, sampai wedang susu jahe. Pilihan wedang lebih banyak dibandingkan minuman dingin.

3 thoughts on “Rekomendasi Bakmi Jogja Terenak di Surabaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s