Statistika ITS, Jurusan Unik yang Kami Sebut “Kawah Candradimuka”

Disclaimer : Cerita atau kejadian dalam tulisan ini mungkin hanya berlaku dan terjadi pada masa sekitar tahun 2007 – 2011. Jika ada kejadian yang tidak berlaku dan terjadi di tahun sebelum atau sesudahnya, itu di luar pengetahuan penulis.

Berawal dari baca salah satu artikel dari mojok.co tentang suka duka kuliah di ITS, jadi tertantang donk buat nulis tentang ITS versiku, khususnya tentang jurusan tercinta, Statistika. Ini nih artikel itu :

Benci Tapi Rindu ITS

Statistika.jpg

Enter a caption

 

Yang Unik di Antara Jurusan Teknik

Kalau mendengar nama ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember) yang sering banget dikira Institut Teknologi Surabaya), pasti kebayangnya kampus yang isinya jurusan teknik bertabur cowok-cowok yang pinter sama urusan angka-angka. Tapi ternyata itu tidak sepenuhnya benar. ITS punya Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) yang ga melulu ngomongin teknik dengan tetek bengek menggambarnya.

Di FMIPA ini juga kalian bisa menemukan jumlah cewek yang lebih banyak dibandingkan cowoknya. Apalagi di Statistika, kalian bisa menemukan cewek-cewek dengan berbagai tipe. Mulai dari yang kupu-kupu (kuliah pulang kuliah pulang), aktivis organisatoris (yang lebih banyak di kampus daripada di kos, yang sering bolos ngurusin himpunan), cewek tomboy kebanyakan nyambi survei, suka nongkrong, hijabers, sampai yang penampilannya cantik-cantik mirip kampus sebelah (UNAIR, red).

Kalau dibuat perbandingan, perbandingan cewek dan cowok di Statistika ITS ini mungkin 70 : 30. Yang artinya, kalau di sana ada 10 mahasiswa, berarti yang 7 cewek dan yang 3 cowok. Kebayang dong ya gimana yang cewek susah cari cowok sesama Statistika, tapi yang cowok gampang cari cewek sesama Statistika. (Eheeemmm, curhat Mba). Kalau di jurusan teknik, yang cewek itu dijaga banget sama temen-temen cowoknya. Di Statistika ini cukup beda lah ya. Ga jarang cewek angkat air mineral sekardus, ya karena cowoknya ga ada.

 

Kami Disatukan dalam Bina Cinta Statistika

OSPEK di setiap jurusan di ITS biasanya mempunyai nama yang berbeda-beda, begitu juga di ITS. (Sekali lagi seperti di disclaimer di atas, tulisan ini mungkin saja tidak berlaku di zaman sekarang ya). Di Statistika ITS ini, kegiatan OSPEK disebut dengan nama Bina Cinta Statistika yang biasa disingkat BCS. Seperti kegiatan OSPEK biasanya di ITS, selama proses BCS yang bisa berlangsung berbulan-bulan, mahasiswa baru dituntut untuk melakukan berbagai kegiatan demi mendapatkan status warga dan sebuah jaket angkatan kebanggaan. Di BCS ini pula kami dituntut untuk bisa menghafalkan nama mahasiswa satu angkatan dalam waktu kurang dari 3 bulan. Padahal satu angkatan bisa lebih dari 100 orang lho ya.

Di BCS ini, mahasiswa baru biasanya akan bertemu dengan sekelompok senior keren yang suka muncul dengan sok cool ketika OSPEK. Sebut saja namanya SC (Steering Commitee) yang belakangan kadang diplesetkan jadi “Senior Cuk” karena ternyata sama aja sama kita, kalau uda kenal atau pas salah satu teman kita beberapa tahun ke depan jadi SC.

Sesuai namanya, kegiatan ini akhirnya menimbulkan benih-benih cinta antara sesama angkatan mahasiswa baru bisa juga antara maba dengan senior. Ada yang bisa sampai ke jenjang pelaminan, ada juga yang kandas beberapa bulan setelah pengukuhan.

 

Satu SKS itu Bernama PrakStat

Semester dua, masih dianggap mahasiswa baru, selain diOSPEK sama SC dan semua elemen di dalamnya, maba Statistika juga harus disiap diOSPEK sama asisten dosen dalam sebuah mata kuliah bernama Praktikum Statistika. Zaman 2007 lalu, mata kuliah ini terpisah dengan mata kuliah lain dan mendapatkan porsi 1 sks. Sekitar tahun 2009/2010 an mata kuliah ini sempat digabung dengan mata kuliah Pengantar Metode Statistika, tapi tetep saja ada porsi ketemu sama asisten dosen sehari dalam seminggu.

Apalagi kalau dalam jajaran asisten dosen itu ada elemen kepanitiaan dari OSPEK/BCS, sekali bikin masalah, kelar hidup lo. Kalau awal pertama BCS ga tidur itu uda biasa banget. Nah itu sebagai latihan kalau ngerjain laporan PrakStat ini. Ga jarang asdosnya kasih hasil revisi sore, dan minta harus dikumpulkan laporan akhirnya besok pagi jam 7 dalam keadaan sudah terjilid rapi. Padahal tuh revisiannya, uda kaya semua halaman dicoret pake spidol warna merah. Dan belum tentu tengah malam uda selesai, yang berujung begadang dan ngejilid laporan sendiri karena belum ada fotokopian yang buka.

 

BCS Itu Ga Ada Apa-apanya Dibandingkan Survei Seharian

Jurusan Statistika ini, punya kelebihan yang cukup keren dibandingkan jurusan yang lain di ITS. Sejak zaman mahasiswa kita uda bisa lho ikut kerja sambilan. Biasanya ada kerja sambilan berupa survei lapangan. Selain bisa dapat duit yang cukup lumayan, survei ini juga bisa nambah pengalaman di CV dan bisa diceritakan nanti kalau pas interview kerja. Survei ini bisa didapatkan dari pihak kampus (proyek dosen, kerjasama LPPM dan lembaga kampus lain) atau dari pihak luar kampus (perusahaan alumni, mahasiswa kampus lain). Mahasiswa Statistika ini juga punya lembaga khusus yang namanya Profesional Statistik yang biasanya mengatur kebutuhan survei dari pihak luar dan mengalokasikannya kepada teman-teman yang bisa menjalankan.

Namanya survei lapangan, ya sebagai surveyor kita harus turun ke lapangan. Panas-panasan cari responden, kadang juga ditolak. Jadi yang namanya BCS yang biasanya dijemur di lapangan sehari 3 kali sambil diomeli itu ga ada apa-apanya dibandingkan turun lapangan dari pagi sampe malem dan ditolak responden. Belum juga nanti kalau misalkan supervisor kita ngomel karena hasil responden tidak sesuai target. Tuh kan, BCS itu bermanfaat juga lho.

 

Gedungnya Banyak, Tapi Punya Kita yang Mana

Secara geografis, Statistika ITS itu terletak di kawasan FMIPA ITS. Tapi kelas perkuliahan dan administrasinya terpisah. Kantor TU jurusan terletak di Gedung T, begitu juga beberapa kelas perkuliahan. Di Gedung T ini kita berbagi sama jurusan Matematika. Selain itu kita juga berbagi dengan Gedung F sama jurusan Matematika ini, yang letaknya cukup lumayan jauh, dekatnya sama Fisika. Laboratorium Statistika yang isinya berpuluh paket PC serta Ruang Baca-nya terletak di Gedung U. Nah, kalau mau seminar/sidang tugas akhir, ketemu beberapa dosen dan main ke himpunan letaknya di Gedung U, berbagi dengan jurusan Biologi.

Zaman 2007-2011 dulu cukup effort kalau mau sholat di sela pergantian jam kuliah. Mushola terdekat ada di ujung gedung F, yang bisa berbagi dengan teman-teman jurusan Matematika dan Fisika. Di Gedung H Biologi juga ada musholanya, tapi ya lumayan jalannya dari kawasan perkuliahan klo pas kuliah di Gedung F atau T. Sempat di tahun 2010-2011, di Lantai 4 Gedung U, dibuat mushola, tapi ya lumayan lah ya klo pas kuliahnya di lantai 1, naik ke lantai 4 cuma buat sholat. Tapi, alhamdulillah beberapa tahun terakhir sudah dibuat mushola di kawasan Lantai 1 Gedung T, di tempat yang dulu kami sebut kanopi, yang biasa kami pakai buat ngobrol, ngerjain tugas dan kadang ada yang bermain pingpong (tenis meja).

 

Taman Sigma, Tempat Kami “Berbagi”, Yang Kini Sepertinya Sudah Tidak Ada Lagi

Di kawasan perkuliahan Gedung T, terdapat sebuah taman kecil yang bernama Taman Sigma. Sesuai namanya, dulunya taman ini terdiri dari kursi dan meja yang membentuk huruf sigma (∑). Seiring berjalannya waktu, karena kursi sering digeser kesana kemari, huruf sigma-nya sudah tidak berbentuk lagi. Tempat ini cukup strategis, dulu menjadi “pintu gerbang” Jurusan Statistika. Kalau pas kuliah di kelas T104A/B bisa keliatan, lumayan lah buat ngecengin gebetan atau mantan kalau pas lagi ada di sana.

Taman Sigma ini seperti jantung di kawasan Statistika ini. Mau rapat di sini juga bisa, mau ngumpul sama geng di sini juga oke aja. Mau pacaran di sini ya biasanya ada. Yang pasti dan juga tidak boleh ketinggalan, Taman Sigma (yang biasa disebut Tasig) ini juga adalah tempat kami berbagi tugas alias mbacem (mbacem : nyontek tugas temen). Dulu pemandangan satu meja dikelilingi beberapa mahasiswa yang memegangi kertas sambil nulis bareng di Tasig bukanlah pemandangan yang asik. Di Tasig pula, ide-ide mahasiswa untuk kegiatan kemahasiswaan muncul.

Sekarang, dengan dibangunnya Tower FMIPA di kawasan tersebut, perlahan-lahan Tasig mulai terbengkalai. Menjadi kotor, tidak terpelihara dan mungkin akan terlupakan.

 

Kalau Masalah Makanan, Kami Tidak Pernah Lupa

Makanan sebagai kebutuhan primer tentu hal yang penting bagi kami semasa mahasiswa dulu. Kalau di zaman mahasiswa baru, tempat makan paling “aman” adalah Kantin Pusat”. Kalau makan di kantin pusat, kita tidak akan bertemu senior dengan tatapan mata yang tajam. Setidaknya aman lah ya. Kantin pusat juga jadi tempat kami buat sekedar cuci mata buat lihat cowok-cowok kece jurusan lain, terutama jurusan teknik.

Mulai naik status jadi mahasiswa senior, karena sudah ada mahasiswa baru yang masuk, mulailah kita mencoba makan di deket jurusan. Sebut saja namanya Kantin Biologi, meskipun juga banyak mahasiswa Statistika dan Matematika yang makan dan bahkan nongkrong berjam-jam di kantin tersebut. Kantin Biologi ini isinya ada 3 stand makanan rumahan, 1 stand bakso dan 1 stand soto ayam. Kantin ini lah yang jadi andalan kalau perut uda mulai lapar.

Stand tengah kantin yang paling favorit dengan nasi goreng terasi dan penyetan sambel mentah. Yang Bapaknya selalu inget minuman favoritku. Kalau aku bilang “Minumnya biasa ya Pak”, akan keluarlah segelas Es Good Day Choc Orange. Kalau laper melanda jam 3-an biasanya akan memilih omelet mie instan atau mie instan goreng, atau kadang ngemilin pentol bakso.

Good Day.jpg

Ngomong-ngomong pentol, ingatlah aku dengan Pentol Pak Wawan. Yang selalu update dengan gosip kampus. Bahkan ketika mantanku mau menikah, Bapaknya sms tanya aku datang atau enggak. Wahahaha. Setelah beberapa tahun vakum setelah istrinya meninggal dunia, Pak Wawan akhirnya kembali meramaikan kebutuhan perut mahasiswa Statistika.

 

Masuknya Susah, Lulus pun Juga Tidak Semudah Membalikkan Telapak Tangan

Masuknya saja udah diribetin sama BCS, pastinya berharap lulusnya juga gampang. Tapi ternyata tidak semudah itu juga. Mulai dari cari topik tugas akhir, seminar proposal yang bikin deg-degan, antri nunggu dosen sampai lesehan, belum lagi kalau data yang dianalisis ternyata tidak memenuhi asumsi secara statistik.

Tidak hanya dengan urusan pengerjaan Tugas Akhir yang lumayan bikin kantong mata tambah tebel dan item, kami juga diribetkan dengan birokrasi kampus. Mulai dari prosedur seminar/sidang TA yang butuh validasi, koordinator TA yang bikin deg-degan sampai kertas-kertas syarat yudisium dan PDF Tugas Akhir yang harus diberi watermark sesuai ketentuan. Oiya, satu lagi yang lebih ribet, tes TOEFL yang harus lulus melebihi batas minimal.

 

Pelepasan Wisuda dengan  Arak-arakan

Salah satu tradisi wisuda yang mungkin hanya ada di ITS : Arak-arakan. Wisuda, sebagai sebuah euphoria perayaan perjuangan selama kuliah, tentu saja tidak ingin dibuat biasa-biasa aja. Sebuah acara sejenis pelepasan wisuda, akan dibuat oleh setiap jurusan di ITS. Pelepasan wisuda ini biasanya akan dimulai dengan arak-arakan wisudawan dari Graha ITS ke masing-masing jurusan.

Pada arak-arakan ini biasanya wisudawan akan dinaikkan ke kereta kelinci ataupun kendaraan lain, dan akan diarak oleh mahasiswa (biasanya mahasiswa baru) naik motor ataupun sepeda. Beberapa tahun terakhir, sejak ITS mencanangkan Eco Campus, arak-arakan menggunakan motor mulai dilarang. Arak-arakan pun diperbolehkan dengan naik sepeda atau jalan kaki dari Graha.

Meskipun kadang ricuh, rame dan macet, tapi serius, arak-arakan inilah khasnya ITS. Arak-arakan ini sekaligus penutup perjuangan kami di Kawah Candradimuka bernama Statistika ITS, untuk menyambut the real life di dunia kerja nantinya.

Advertisements

5 thoughts on “Statistika ITS, Jurusan Unik yang Kami Sebut “Kawah Candradimuka”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s