Review Bukaan 8, Lumayan Lah Buat Bekal

Sebelum lanjut, nih official trailer dan posternya.

bukaan-8

Dari trailer dan poster udah keliatan kan siapa pemainnya. Yaps, film ini dibintangi oleh Chicco Jerikho dan Lala Karmela. Di proses penggarapan film ini, Chicco juga jadi produsernya loh.

Di sini, Chicco berperan menjadi Alam, seorang netizen aktif dengan ribuah followers. Saking aktifnya, pas nyetir pun Alam masih sempet twitwar sama politisi. Alam di sini memang kritis dan idealis. Alam punya istri yang bernama Mia (diperankan oleh Lala Karmela). Diceritakan di sini Mia sedang menjelang proses persalinan, sesuai kan dengan judulnya “Bukaan 8”.

Continue reading

Menutup Petualangan 2016 di Perbukitan Ponorogo

 Kalau bicara tentang petualangan ala Neser, apalagi kalau bukan petualangan Kelas Inspirasi. Di bulan terakhir 2016 kali ini, petualangan Kelas Inspirasi terhenti di Ponorogo. Sebuah kota kecil tempatku pernah menuntut ilmu selama 6 tahun. Sebagai ungkapan terima kasih sederhana kepada kota Ponorogo, tidak ada salahnya menjadi relawan pengajar di Kelas Inspirasi Ponorogo ini.

Kelas Inspirasi Ponorogo kali ini merupakan Kelas Inspirasi yang dilaksanakan keempat kalinya di Bumi Reog ini. Kali ini Kelas Inspirasi Ponorogo 4 dilaksanakan di Kecamatan Ngebel. Yaps, sebuah kecamatan yang terkenal dengan Telaga Ngebelnya.

Di Kelas Inspirasi Ponorogo 4 ini, kebetulan dapat Zona Inspirasi di SDN Talun 2. Di mana itu? Akupun tidak tahu, karena yang aku tahu hanya lokasi Telaga Ngebel saja. Info dari fasil sekitar 12 km dari Telaga Ngebel. Wah, lumayan juga ya ternyata.

Kebetulan Hari Inspirasi dilaksanakan pas hari Sabtu, tepatnya di tanggal 17 Desember 2016. Lumayan tidak memotong jatah cuti. Tapi karena pas hari Sabtu, di Jumat sorenya aku segera meluncur dari Surabaya untuk pulang kampung dulu. Sebenarnya panitia/fasil menyediakan tempat menginap dekat sekolah. Tapi karena aku pasti baru sampai menjelang tengah malam, akhirnya aku putuskan untuk menginap di rumahku di Magetan untuk besok paginya berangkat ke Ponorogo, lebih tepatnya Ngebel.

Pukul 23.30 baru sampai rumah, beberes bentar dan 00.00 mulai tidur. Tidur baru sekitar 4 jam, berkumandanglah adzan Subuh, dan waktunya siap-siap. Pukul 04.30 mulailah tancap gas menuju Ponorogo. Lumayan dingin, tapi mengingatkan nostalgia akan perjuangan diantar pagi-pagi di hari Senin sewaktu SMP dan SMA.

Keluar dari kota Ponorogo, masuk daerah Kecamatan Jenangan mulai bisa tuh tancap gas pake kecepatan 80 km/jam. Mohon dimaklumi aku mah cemen, di Surabaya ga berani naik motor kenceng-kenceng. Lumayan kemarin bisa melampiaskan hasrat tangan untuk ngegas lebih pol. Mulai masuk kawasan Kecamatan Ngebel, jalan mulai menanjak dan ada beberapa tikungan tajam.

PLTA Ngebel mulai terlihat, sebentar lagi sampe nih. Dan ternyata benar, sampailah aku di kawasan Telaga Ngebel, yang terakhir kali kudatangi mungkin lebih dari 5 tahun lalu. Pukul 06.00 tepat, sampailah aku di depan Pesanggrahan Dewi Sri, basecamp dan penginapan untuk relawan untuk Kelas Inspirasi Ponorogo.

DSC_3039.JPG

Akhirnya ke Ngebel setelah 6 tahun lebih

Sampai situ aja? Tentu tidak. Di pesanggrahan aku bertemu dengan Feby, dokumentator asli Jember yang sedang kuliah di Malang. Kami berdua menunggu jemputan teman-teman fasil SDN Talun 2 dari basecamp SDN Talun 1 dan 2. Karena sinyal seluler di kawasan Talun cukup memprihatinkan, kami sempat mengalami miskomunikasi. Sambil menunggu jemputan kami disarankan untuk naik dulu perlahan. Eh, ternyata baru mau keluar dari kawasan telaga kami pun dijemput.

Perjalanan dari telaga menuju basecamp kami yang tidak jauh dari SDN Talun 1 mungkin menghabiskan waktu 20-30 menit. Medan menuju kesana pun cukup lumayan. Cukup menantang. , Tapi karena aku cewek, jadinya aku dibonceng saja. Sesampainya di basecamp yang merupakan rumah penduduk, kami pun sarapan sebentar dan kemudian berangkat. By the way, yang punya rumah ramah banget. J

Perjalanan dari basecamp menuju lokasi SDN Talun 2 kurang lebih 15 menit, dengan medan yang jauh lebih menantang. Karena semalam hujan, beberapa jalan tergenang air, becek dan licin. Tanjakan pun cukup lumayan, dikombinasikan dengan jalan makadam. Beberapa bagian jalan malah berada di tepi tegalan yang mirip tebing. Karena kombinasi motor dan relawan cowok sudah pas, jadilah aku naik motor sendiri. Dan, amazing banget naik motor menuju Talun 2 ini, bikin ketagihan. Apalagi didukung view pedesaan yang natural banget. Beberapa kali aku malah merasa kalau aku sedang berada di daerah antah berantah yang bukan Ponorogo.

DSC_3036.JPG

Selfie di belakang kelas

DSC_3037.JPG

Penampakan Belakang Sekolah

DSC_3035.JPG

Nyulik murid buat selfie bareng donk

Continue reading

Harus Ya Jaga Berat Badan?

 

Kalau ada pertanyaan “Harus ya jaga berat badan?”, aku akan jawab “HARUS!”.

Mungkin beberapa dari kita masih ingat dengan komentar Iko Uwais ketika ada orang yang komentar tentang badan Audy yang lebih berisi setelah melahirkan. Atau pernah aku melihat status teman di media sosial yang merayu pasangannya “Aku ga suka kamu terlalu kurus dan mikir diet. Aku suka kamu apa adanya, gendut biarin, yang penting sehat”. Preketek.

6-penyebab-kenapa-berat-badan-menurun-secara-drastis.jpg

Gendut = Sehat?

Apakah gendut itu selalu berarti sehat? Belum tentu juga sih ya. Dalam ilmu kesehatan, ada salah satu indeks yang biasa digunakan untuk mengukur idealnya berat badan kita. Indeks ini dikenal dengan nama Indeks Massa Tubuh (IMT) atau bahasa internasionalnya Body Mass Index (BMI). BMI ini dihitung dengan menggunakan tinggi dan berat badan seseorang. BMI dihitung dengan membagi berat badan (kg) dengan kuadrat tinggi badan (m2­). Oh iya, BMI ini kurang relevan kalau digunakan untuk ibu hamil ataupun menyusui.

Nah, dari BMI ini kita bisa tahu apakah kita masuk dalam kategori normal, overweight atau obesitas. Sesuai dengan kategori dari WHO :

BMI ≥ 25 dikatakan overweight

 BMI ≥ 30 sudah masuk kategori obesitas.

Nah, kalian masuk mana? Silakan dihitung sendiri. Di era serba aplikasi kaya gini, di PlayStore ataupun App Store tinggal ketik “BMI” aja udah muncul bejibun aplikasi BMT. Tinggal pilih mana yang kira-kira sesuai storage yang tersedia smartphone, yang bintang dan review-nya paling bagus atau yang kira-kira paling mudah digunakan. Biasanya tinggal masukin berat badan, tinggi badan, usia dan jenis kelamin. Keluar deh berapa BMI kita.

Continue reading

Kampung Buku Jogja, Pembuka Pesta Buku di Bulan Oktober

 

Bulan Oktober 2016 ini, rasanya menjadi bulan penuh pameran buku buat penggemar buku seperti aku. Serangkaian kegiatan bertema buku di bulan ini antara lain :

  1. Gramedia Sale Surabaya, di gudang Gramedia di daerah Berbek. Acara sale ini menjual buku mulai Rp 5.000. Cuci gudang ini dimulai tanggal 7 Oktober kemarin dan diakhiri ketika buku sudah selesai. Buat pecinta buku yang statusnya karyawan dengan jam kerja ketat, harus benar-benar melonggarkan waktunya di hari Sabtu karena cuci gudang ini dimulai jam 07.30 dan selesai jam 17.00. Di hari Minggu, acara in tutup. Setelah coba kepo-in instagram @gramediacucigudang, termyata sempat diberlakukan sistem antrian agar masuknya lebih tertib. Ga kebayang deh ramenya. Dan sepertinya aku tidak sempat hunting di cuci gudangnya Gramedia yang di sini, karena jadwal untuk hari Sabtu di bulan Oktober ini sudah full booked. Tapi infonya sih, di lokasi lain di Surabaya juga ada sale, seperti di Gramedia Royal dan Gramedia Manyar
  2. Kampung Buku Jogja yang kedua, yang juga dimulai tanggal 7 Oktober 2016 dan berakhir di 9 Oktober 2016. Acara ini dilaksanakan di Food Park UGM.
  3. Big Bad Wolf Surabaya, mulai tanggal 20 Oktober di JX Expo, Jl. Ahmad Yani. Event ini juga merupakan pameran buku terbesar, dan 24 jam nonstop. Alhamdulillah, dapat VIP Pass yang benefitnya bisa masuk ke BBW satu hari sebelum pameran resmi dibuka. Bismillah, sudah mengajukan cuti dan semoga bisa hunting sepuasnya. (elus ATM)
  4. Abookadabra Gramedia. Nah acara ini sepertinya merupakan kelanjutan Gramedia Cuci Gudang. Bedanya acara Abookadabra ini akan dilaksanakan di Atrium Tunjungan Plaza dan juga di Ciputra World Surabaya. Siap hunting lagi?

Pas kebetulan ada urusan ke Jogja, kebetulan pas ada Kampung Buku Jogja. Jadi sekalian lah ya, sambil menyelam bisa selfie. Sambil sekalian ada urusan pribadi, sekalian main dan refresh otak di Kampung Buku. Tapi, sebelum mulai cerita, terima kasih sebanyak-banyaknya kepada Mba Sasa, yang sudah menemaniku di Jogja terutama di Kampung Jogja dan bertemu orang-orang keren yang punya peran penting dalam dunia literasi di Jogja.

Tidak hanya pameran buku, Kampung Buku Jogja juga mengajak pengunjungnya untuk mengikuti diskusi dan talkshow terkait dunia buku, terutama di Jogja. Detail jadwalnya bisa dilihat di sini ya, lumayan buat referensi kalau tahun depan mau berkunjung ke sana.

_20161012_083644

Continue reading

Ini Kisah Tiga Dara

Dari judulnya pun sudah tersurat jelas kalau film ini menceritakan tentang kehidupan tiga orang gadis. Film karya Nia Dinata ini, merupakan remake dari film Tiga Dara yang pernah tenar di tahun 1957 lalu.

Tiga dara tersebut bersaudara, yang terdiri dari :

  1. Gendis, si sulung yang berusia 32 tahun. Diperankan oleh Shanty Paredes. Sebagai anak tertua, Gendis ini cenderung keras dan pekerja keras. Di usianya yang sudah cukup matang, Gendis belum juga menikah.
  2. Ella, anak kedua yang eksotis, diperankan oleh Tara Basro. Anak kedua ini cenderung kompetitif dalam masalah lelaki, tapi di sisi lain dia merasa harus selalu mengalah kepada Kakaknya
  3. Bebe, anak ketiga yang masih berusia 19 tahun, diperankan oleh Tatyana Akman. Di balik kenakalannya berpacaran dengan pria bule, Bebe ini ternyata rajin berkegiatan sosial, salah satunya dengan mengajar.

Ini poster dan trailernya ya, sebelum lanjut.

Poster-film-Ini-Kisah-Tiga-Dara-1.jpg

Official Poster “Ini Kisah Tiga Dara”

 


Continue reading

Kelas Inspirasi Magetan, Aku Kembali

 

Setelah pelaksanaan Kelas Inspirasi Magetan #3 di tanggal 25 Januari lalu di Kecamatan Poncol (cerita lengkap di Kelas Inspirasi Magetan – SDN Poncol 5), aku sendiri sempat melanglang buana ke beberapa Kelas Inspirasi daerah lain seperti :

Kegiatan Kelas Inspirasi Magetan sempat vakum begitu lama setelah pelaksanaan Kelas Inspirasi Magetan #3. Berhubung kangen, dalam rangka memperingati Bulan Pendidikan, kami pun mengadakan kegiatan Layar Tancep Inspirasi yang berisi kegiatan nonton bareng hasil dokumentasi kegiatan Kelas Inspirasi Magetan. Layar Tancep Inspirasi ini kami selenggarakan di Teater Alun-alun Magetan pada hari Sabtu, 28 Mei 2016. (Mau tahu ceritanya baca Layar Tancep Inspirasi.)

Karena masih kangen, dalam rangka Bulan Ramadhan, Kelas Inspirasi Magetan pun mengadakan kegiatan berbagi. Kali ini mungkin bukan kegiatan berbagi inspirasi saja, tetapi juga kegiatan berbagi ke teman-teman di panti asuhan di daerah Ngariboyo Magetan. (Cerita lengkapnya diRamadhan Berbagi Kelas Inspirasi Magetan)

Kegiatan Roadshow Kelas Inspirasi Magetan (RKIM) pun juga sudah vakum begitu lama sejak selesainya rangkaian Kelas Inspirasi Magetan #3. Padahal sudah ada beberapa sekolah dasar yang masuk dalam waiting list untuk menjadi Zona Inspirasi RKIM. RKIM sendiri adalah kegiatan Kelas Inspirasi Magetan, seperti Hari Inspirasi biasanya, tapi hanya menyasar 1 SD saja dan biasanya pada hari Sabtu. RKIM ini untuk memfasilitasi keinginan banyak SD di Magetan yang tidak masuk daerah marginal tapi ingin menjadi Zona Inspirasi. Kegiatan RKIM ini biasanya juga menjadi ajang latihan bagi relawan pengajar baru dan ajang orientasi bagi fasilitator baru.

Karena kangennya sudah banget, akhirnya kami pun berencana mengadakan RKIM. Dengan persiapan yang cukup mepet, kami pun memutuskan untuk melaksanakan RKIM pada tanggal 3 September 2016, di SDN Ngariboyo 4. Persiapan mungkin hanya sekitar 2 minggu. H-2 minggu kami melakukan pembukaan pendaftaran relawan pengajar. Kenapa relawan pengajar saja? Untuk RKIM ini biasanya, kami mengambil relawan dokumentator dari kalangan panitia/fasil.

DSC_2627.JPG

SDN Ngariboyo 4

Periode pendaftaran memang cukup singkat, dan kuota relawan pengajar pun terpenuhi. Untuk RKIM SDN Ngariboyo 4 ini kami mendapatkan 6 relawan pengajar. Karena waktu yang cukup mepet, pengumuman dan briefing pun cukup berdekatan dengan hari RKIM. (Maapkeun kami ya relpeng). Relawan pengajar cukup beragam profesinya, mulai dari dosen, dokter, petugas pajak, TNI AU, penyiar radio dan ilustrator.

DSC_2672.JPG

Relawan Pengajar Bersama Dewan Guru

Continue reading

Pantai Tiga Warna Malang, Tambahan Warna Baru bagi Kabupaten Malang

 

Buat yang suka ngepantai cantik, tidak hanya sekedar foto-foto tapi juga menikmati suasana bawah laut, kini Malang Selatan punya pantai yang cukup lumayan untuk melepaskan hasrat nyebur dan ketemu ikan warna-warni. Sebut saja namanya Pantai Tiga Warna. Kebetulan akhir minggu lalu, aku dan teman-teman sempat short trip ke Pantai Tiga Warna. Nah ini sekilas tentang Pantai Tiga Warna.

 

Lokasi dan Medan Perjalanan

Secara geografis Pantai Tiga Warna terletak di Desa Tambakrejo, Kecamatan Sumbermanjing Wetan (biasa disingkat Sumawe, serius baru tahu singkatan ini pas lewat sana), Kabupaten Malang. Oh iya, Kabupaten Malang ini beda sama Kota Malang ataupun Kota Batu secara administratif. Ketiga daerah ini memang berada dalam kawasan Malang Raya yang dikenal dengan nama Malang saja. Tapi ketiga daerah ini secara administratif berbeda. Kabupaten Malang sendiri merupakan kawasan paling luas di antara ketiga daerah tersebut, yang sebenarnya memberikan pilihan obyek wisata yang cukup banyak.

Oke kembali ke topik Pantai Tiga Warna. Pantai ini kurang lebih bisa ditempul antara 2-3 jam dari Malang Kota. Kalau dilihat dari Google Maps, kurang lebih berjarak 70 km dari Alun-alun Kota Malang.

Perjalanan menuju Pantai Tiga Warna cukup lumayan menantang dan mengocok perut, karena melewati daerah Malang Selatan yang cukup berbukit dan berkelak-kelok.  Kalau naik sepeda motor, pastikan dalam keadaan baik, kalau naik mobil dan suka mabuk darat, jangan lupa minum obat anti mabuk.

Kawasan ini searah dengan Pantai Sendang Biru, jadi kita akan melewati daerah Turen terlebih dahulu baru kemudian masuk ke wilayah Sumawe. Ketika sampai di pertigaan menuju Sendang Biru, kalau ke Sendang Biru lurus, nah ke Tiga Warna ini belok kanan. Di pertigaan ini juga sudah ada petunjuk yang cukup jelas. Ketika sudah sampai ke pertigaan ini kita bisa melihat perkembangan Jalur Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur yang sudah cukup lebar. JLS ini memang dibangun untuk mempermudah akses wisata ke bagian selatan Jawa Timur yang ternyata punya gugusan pantai yang indah dipandang.

Kawasan Pantai Tiga Warna ini sekompleks dengan area konservasi mangrove yaitu Clungup Mangrove Conservation (CMC). Untuk bisa menuju ke pantai, kita tidak serta merta parkir kemudian langsung bisa melihat pantai. Kita harus berjalan kurang lebih 40 menit dari area parkir motor (kalau dari area parkir mobil lebih jauh). Perjalanan yang cukup membutuhkan perjuangan berat untuk orang yang tidak terbiasa jalan ataupun traveling karena melewati kawasan perkebunan dan perbukitan serta kawasan budidaya mangrove.

DSC_2566.JPG

Kawasan Mangrove

DSC_2559

Harus kuat jalan kaki

Continue reading