Pengalaman Baru di Kelas Inspirasi Malang 3

Kelas Inspirasi lagi.. Maaf ya kalau ada yang bosen sama postingan yang isinya Kelas Inspirasi. Kali ini kebetulan ikut Kelas Inspirasi Malang 3. Kelas Inspirasi itu selalu seru. Setiap ikut Kelas Inspirasi pasti selalu dapat pengalaman baru, termasuk juga di Malang ini. Mau tau serunya gimana? Lanjut ya bacanya.

Mengajar di Madrasah Ibtidaiyah (MI)

Kalau di Kelas Inspirasi sebelum-sebelumnya, kebagian lokasi mengajar di Sekolah Dasar Negeri, di Kelas Inspirasi Malang 3 agak beda. Kebetulan banget, aku kebagian jadi Inspirator di Madrasah Ibtidaiyah (MI). Lebih tepatnya di MI Zainul Ulum, Desa Ganjaran, Kec. Gondanglegi, Kab. Malang, sekitar 30 menit perjalanan dari Kota Malang.

Mungkin semua sudah sama-sama tahu bedanya SD dengan MI. Yaps, kalau SD pengelolaannya di bawah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan yang sekarang dipimpin oleh Mas Anies Baswedan. Sedangkan MI dikelola di bawah Departemen Agama yang dipimpin Pak Menteri yang cakep alias Pak Lukman Hakim Saifuddin.

Namanya madrasah, proporsi pembelajaran tentang agama Islam tentu jauh lebih besar. Di sekolah umum, mungkin kita hanya menjumpai pelajaran agama dalam sekali pertemuan setiap minggunya. Di madrasah pelajaran agama pun dibagi ke beberapa mata pelajaran agar ilmu yang kita dapat lebih mendalam. Misalkan pelajaran Fikih, Aqidah Akhlak, Al Quran Hadist, Sejarah Kebudayaan Islam dan Bahasa Arab yang termasuk di dalamnya ada Nahwu dan Shorof. Dan di sini pula, aku menemukan buku kuning yang membawaku ke masa lalu pas pernah di pondok dulu (ga keliatan ya kalau aku jebolan pondok). Buku warna kuning, berjudul Al Amstilatu At-Tashrifiyah, sebuah buku untuk pelajaran Shorof. Salah satu cabang bahasa Arab yang mempelajari perubahan kata.

DSC_0411

Pembacaan Doa Asmaul Husna

Yang menarik di MI ini, pembacaan doa dilakukan dengan membaca Asmaul Husna lengkap, dan yang membacakan doa pun membaca naskah doa bertuliskan Asmaul Husna dalam tulisan Arab. Dan mereka semua hafal lho. Aku kan jadi malu. Oh iya, semua siswa di MI ini berpakaian muslim lho. Yang laki-laki pakai celana panjang dan kopyah, sedangkan yang perempuan baju panjang, rok panjang dan memakai hijab. Setiap hari, juga rutin diadakan Sholat Dhuhur berjamaah. Hari sekolah di MI ini bukan Senin – Sabtu, tetapi Sabtu – Kamis, yang artinya mereka libur pada hari Jumat.

Ini Malang apa Madura?

Di jam pelajaran pertama, aku kebagian mengajar di kelas 2. Ada kejadian yang bikin heboh di awal pelajaran, di pojokan kelas ada kodok. Aku coba membantu mereka mengeluarkan kodok tersebut dari kelas, tapi kodoknya malah lari-lari dan siswanya ikutan teriak-teriak. Aaaakkk heboh, sampai guru dan beberapa wali murid yang kebetulan di sekolah ikut membantu mengeluarkan kodok ini dari kelas.

Setelah kodok berhasil diatasi, pelajaran pun dimulai. Setelah perkenalan sebentar, aku mengajak mereka bermain puzzle yang mereka sebut dengan “bongkar pasang” (Kan peneliti itu harus teliti, salah satu cara berlatih ketelitian dengan bermain puzzle).

Kelas 2 ini heboh dan rame banget, ini pun diakui oleh teman relawan pengajar lain yang juga mengajar kelas 2. Sesekali aku mengajak mereka main keluar kelas untuk mendapatkan suasana berbeda. Aku kemudian mengajak mereka untuk cerita tentang cita-cita mereka. Dan, satu hal tak terduga yang membuatku cukup kaget. Mereka bicara dengan bahasa Indonesia, berlogat tidak asing, dan ada beberapa kata yang terdengar asing. Alamakkkkk, ternyata sebagian besar di sekolah ini menggunakan Bahasa Madura. Duh, deremek cong, roaming aku. Serasa di pulau seberang.

IMG-20151124-WA0008

Mengajak Siswa Belajar di Luar Kelas

 

Teaching and Traveling

Setelah acara mengajar selesai, pihak sekolah mengajak kami untuk jalan-jalan ke Sumbersirah. Ajakan itu pula yang membuat kami bersemangat untuk segera menyelesaikan closing dan foto-foto. Selesai foto-foto, kami pun mulai bersiap-siap, sementara siswa sedang melaksanakan sholat Dhuhur berjamaah dan kemudian pulang ke rumah masing-masing. Ternyata sebelum pulang, siswa-siswa pun datang ke kantor guru dan minta salim sama relawan. Aaakkk terharu :’).

12241263_1625046257757022_2089237589211601486_n

Berpamitan dengan Siswa :’)

Kamipun kemudian beranjak dari sekolah. Sebelum sampai ke Sumbersirah kami mampir dulu ke rumah kepala sekolah untuk meletakkan tas kami. Informasi dari Pak Kepsek, di Sumbersirah takutnya rawan diambil orang. Dari rumah kepala sekolah ke Sumbersirah, kami naik kendaraan kurang lebih 500 meter ke lokasi tempat parkir kendaraan. Sepertinya kami menang dilewatkan jalan pintas.

Dari lokasi parkir kendaraan, kami masih harus jalan melewati pematang sawah. Serruuu, serasa traveling and teaching kaya komunitas sebelah. Kamipun masih berpakaian rapi dan bersepatu, karena memang tidak ada rencana untuk jalan-jalan setelah acara selesai. Selfie di antara pematang sawah pun tidak kami lewatkan.

Kami sampai di sebuah sungai yang bening sekali airnya, awalnya kami mengira inilah Sumbersirah yang dimaksud. Ternyata, untuk mencapai Sumbersirah, kami harus melewati sungai kecil ini. Baiklah, kamipun melewati sungai ini sambil menenteng sepatu. Airnya bening banget, rasanya pingin cuci muka dan mandi aja. Kami hanya menyebrang sekitar 10 meter. Naik dari sungai, kamipun harus berjalan sebentar untuk bisa mencapai Sumbersirah. Dan taradadadada inilah Sumbersirah, pemandian yang airnya masih bening kinclong. Ternyata cukup ramai pengunjung, ada beberapa warung yang menyediakan makanan, beberapa penyewaan ban dan penjual celana renang ataupun case handphone.

Nyebrang Sungai Bening Nih

Nyebrang Sungai Bening Nih

Semua galau mau nyemplung atau ga, tergoda dengan airnya yang bening dan terlihat segara. Beberapa relawan pun nyebur. Aku sebenarnya pingin banget, tapi kondisi lagi ga mendukung untuk nyebur. Bersama 3 relawan lain yang ga ikut nyebur, kami tetap menyeburkan kaki kami ke sungai kecil yang ada di deket sumber, sambil tetap main air.

IMG_0794

Minimal Bisa Ceburin Kaki Lah

Banyak pengalaman dan cerita baru di Kelas Inspirasi Malang ini. Dan sampe sekarang masih kepikiran tuh buat nyemplung dan nyebur ke Sumbersirah. Rombel kali ini cukup seneng jalan-jalan sepertinya. Berbagai wacana trip mulai bermunculan, mulai dari Gili Labak sampai Kelas Inspirasi Lombok sambil jalan-jalan di bulan Maret tahun depan.

Kelas Inspirasi akan selalu memberi pengalaman dan teman baru. Niat kami memang menginspirasi, tetapi tidak jarang malah kami yang terinspirasi dari keadaan siswa dan sekolah yang kami kunjungi. Berbagai foto di media sosial kami unggah, bukan karena sekedar pamer, tetapi kami ingin agar virus Kelas Inspirasi ini menyebar di seluruh penjuru negeri. Kami hanya ingin, seluruh negeri tahu dan lebih peduli bahwa di negeri ini masih banyak sekolah yang masih membutuhkan perhatian lebih.

Salam Inspirasi

Advertisements

5 thoughts on “Pengalaman Baru di Kelas Inspirasi Malang 3

  1. Rizky Ashyanita says:

    Halo Mbak Nesser, akhirnya mampir ke blog ini jugaaak
    setelah stalking dibeberapa postingan memang mbak Neser ini hobi atau gimana ikut kelas inspirasi? sepertinya sudah banyak sekali pengalamannya wkkw

    see you ya mbak, aku pengen ikut KI di Magetan :p

  2. Rizky Ashyanita says:

    Halo mbak Neser,
    ini pertama kalinya loh Ashya mampir ke blog ini

    kepo-kepo blog ini ternyata Mbak memang udah jadi sesepuh KI ya, hehehe

    Ayo mbak main – main lagi ke sumber sirah atau destinasi lain 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s