2017, Welcome!

Berbeda dengan postingan Tahun Baru 2016 lalu, tulisan tentang pencapaian atau refleksi tahun 2016 ini aku tulis di hari pertama Tahun 2017. Malam tahun baru, aku manfaatkan sebaik-baiknya untuk hibernasi. Not in a good mood buat nulis juga, jadinya tulisan tentang tahun 2016 ini pun baru aku tulis setelah nonton Cek Toko Sebelah sebagai film pertama yang aku tonton di 2017 dan menikmati yoghurt, pastry tuna dan segelas cappucino sebagai makanan pertama yang aku makan di 2017.

Jadi, bagaimana 2016 versi saya? Cekidot!

20161230_165951

bestnine2016 on Instagram

 

Blakrakan alias Traveling

Kalau bilang traveling, sebenarnya aku mah masih biasa-biasa aja. Tidak ada pencapaian traveling ke luar negeri, karena memang belum ada harapan keinginan ke sana. Paspor pertama yang jadi aja belum, karena emang belum bikin, pinginnya mendarat di Makkah-Madinah dan Istanbul. Negara tetangga? Belum dulu kayaknya.

Di akhir tahun 2015 kemarin, selesai dari Karimun Jawa, punya wishlist 2017 pergi ke Lombok. Dan, alhamdulilah, wishlist tersebut bisa tercoret, bahkan 2 kali. Satu kali untuk keperluan piknik, dan satu kali untuk kerjaan.

Dan inilah hasil blakrakan selama 2016. Tidak termasuk jalan-jalan terencana karena tugas kantor

  1. Perjalanan pertama di 2016, pas perayaan Imlek di Solo sekitar bulan Februari 2016. Bareng sahabat-sahabat kampus, berencana mencari teman kami yang sudah lost contact beberapa tahun terakhir. Namun belum jodoh ternyata, semoga lain kali bisa ketemu.
  2. Maret 2016, wishlist ke Lombok akhirnya tercoret. Kali ini sekalian ikut Kelas Inspirasi Lombok, yang kebetulan dapet di Gili Trawangan.
  3. Mei 2016, Yogyakarta.
  4. Agustus 2016, Bali, lebih tepatnya Nusa Penida. Ini juga dalam rangka Kelas Inspirasi Bali.
  5. Agustus juga ke Yogya lagi. Kali ini bareng sahabat kampus yang mau nonton Prambanan Jazz. Akunya? *nyengir kuda
  6. Agustus ini juga sempet mampir ke Malang Selatan buat ke Pantai Tiga Warna, lumayan lah buat obat kangen sama yang biru-biru, snorkeling dan lihat ikan-ikan lucu.
  7. Oktober ini ke Yogyakarta lagi, sambil datang ke event literasi yang keren “Kampung Buku Jogja 2016”. Ya pokoknya sambil menyelam minum air lah ya?
  8. Setelah 2 tahun ga main ke Tegal, akhirnya ke Tegal lagi nih. Sekalian ikut Kelas Inspirasi Tegal, sekalian deh mengetes kekuatan hati di kota ini

Kalau dari kerjaan kantor lumayan lah ya. Sempat ke Yogya, Malang, Makassar dan juga akhirnya mendarat di Pulau Sumatra, lebih tepatnya di Medan dan Palembang. Alhamdulillah, kerjaan dan jalan-jalan bisa saling mendukung. Etapi, kok banyak ke Yogyanya ya aku tahun 2016 kemarin.

2017? Belum ada yang benar-benar wishlist sih ya. Meskipun ada kepikiran buat menikmati Lombok sebagai World Halal Honeymoon Destination. :p

 

Kegiatan Relawan

Kalau tahun lalu tercatat tiga kali ikut kegiatan Kelas Inspirasi, ternyata di tahun 2016 kalau dihitung kurang lebih ada 8 kali kegiatan Kelas Inspirasi yang aku ikuti. Ternyata banyak ya, jadi malu.

  1. Dibuka dengan Kelas Inspirasi Magetan 3 di Januari 2016
  2. Dilanjutkan dengan Kelas Inspirasi Lamongan 3 di bulan Januari juga
  3. Maret 2016 di Kelas Inspirasi Lombok di Gili Trawangan
  4. Agustus 2016 di Kelas Inspirasi Bali di Nusa Penida
  5. Kelas Inspirasi Lamongan 4 di bulan Oktober
  6. Lanjut ke Kelas Inspirasi Madiun 4
  7. Kelas Inspirasi Tegal di bulan Nopember
  8. Ditutup dengan Kelas Inspirasi Ponorogo di daerah Ngebel.

2017? Hmm.. Udah ada di list relawan Kelas Inspirasi Lombok lagi sih. Itupun sempat dengan penuh kegalauan karena ada rencana untuk break dari kegiatan sebagai relawan pengajar di Kelas Inspirasi. Apakah Kelas Inspirasi Lombok di 2017 nanti jadi yang terakhir? Hmmmmm

 

Financial Planning

Kalau malasah keuangan di 2016 ini gimana ya? Yang penting disyukuri. Alhamdulillah lumayan, bisa nabung dan investasi, bisa jalan-jalan tanpa utang, bayar kartu kredit ga ada yang nunggak. Dan satu lagi bisa nambah variasi investasi lewat sukuk.

2017? Masih dengan target banyakin nabung buat umroh sama beli rumah J

 

Nulis dan Ngeblog

Di 2016 kemarin punya target minimal 1 minggu ada 1 postingan terbaru Kalau secara keseluruhan berarti harus ada 52 tulisan dalam 1 tahun. Dan hasilnya, 47 tulisan. Target tidak tercapai, saudara-saudara. Kita lihat ya 2017 nanti.

2016? Tulisan bisa lebih berbobot dan nulisnya tetep konsisten.

 

Welcome 2017!

Penutup ini biasanya agak mellow sih. Setelah awal 2016 bisa nulis “2015 Bye! Finally Move On”, di 2016 ini proses untuk membuka hati yang baru ternyata membutuhkan kesabaran, keikhlasan dan keberanian. Beberapa kali memang harus meyakinkan dan menguatkan diri sendiri bahwa tidak semua orang akan seperti masa lalu.

Kalau baca cerita tentang ta’aruf kok kayaknya keren atau so sweet gitu ya. Tapi ketika mengalami, kadang tidak semudah itu. Tahun 2016 ini sempat ada orang yang tidak aku kenal sebelumnya, tiba-tiba ala berkirim proposal pernikahan. It’s weird gaessss. Dan karena belum ada perasaan ikhlas menerima di hati, jadinya ya gitu deh.

Buat aku, jodoh itu tentang keikhlasan. Keikhlasan untuk menerima calon pasanganku dengan segala kelebihan dan kekurangannya sebagaimana keikhlasanku untuk mengabdikan diri di sisa umur ini untuk mendampinginya dan mencapai kebahagiaan versi kami secara bersama-sama. Sesederhana itu sebenarnya. Sesempurna apapun orang, kalau ga ada rasa ikhlas ya susah. Quote di buku Sabtu Bersama Bapak-nya Adhitya Mulya ini sebenarnya cukup keren, tentang keikhlasan dan pengabdian.

“Ketika seorang laki-laki dan perempuan menikah, laki-laki itu meminta banyak dari perempuan.

Saya pilih kamu.

Tolong pilih saya, untuk menghabiskan sisa hidup kamu. Dan saya akan menghabiskan sisa hidup saya bersama kamu.

Percayakan hidup kamu pada saya. Dan saya penuhi tugas saya padamu, nafkah lahir dan batin.

Pindahkan baktimu. Tidak lagi baktimu kepada orangtuamu. Baktimu sekarang kepada saya.

Itu tiga perkara yang pria minta dari perempuan”

“Banyak laki-laki yang saat menikan tidak tahu bahwa mereka memint ini. Banyak juga laki-laki yang bahkan di kemudian hari, menciderai tiga hal ini.”

Beberapa quote dari Poll Story “The Architecture of Love”-nya Ika Natassa di bawah ini seperti menggambarkan bagaimana sekarang aku menyikapi sebuah hubungan.

By the way,  tahun 2016 kemarin ada sedikit wishlist bisa nonton AADC2 sama cowok, dan keturutan lho. Tahun 2017 bikin wishlist nonton Critical Eleven sama cowok juga deh. Siapa tahu kesampean. Wakakakaka.

Di tahun 2017 sepertinya menjalin hubungan yang lebih serius masih menjadi resolusi sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Bahkan mungkin menjadi high priority. Wahahahaha. Yang penting masih belajar untuk ikhlas.

 

Sekali lagi

WELCOME, 2017!

 

 

Advertisements

2 thoughts on “2017, Welcome!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s