“Mantan Manten”, tentang Sebenar-benarnya Ikhlas yang Terbalut dalam Budaya Jawa

Pernah ditinggal mantan nikah? Sama sih. Hahahahaha. Okay jangan dilanjut bahas mantan. Bukan baper sih, tapi sudah biarkan mereka sudah bahagia dengan pilihannya, dan kita bahagia dengan pilihan kita sendiri. Lanjut aja bahas film yang bikin ambyar ini.

Trailer memang salah satu faktor yang bisa membuat orang tertarik untuk melihat sebuah film baru. Trailer “Mantan Manten” mengambil sebagian adegan sewaktu prosesi panggih dengan penjelasan filosofi prosesi tersebut. Trailer ini membuat saya tertarik untuk nonton film ini bukan karena kata “mantan” ataupun kata “manten”, tetapi karena sepertinya film ini juga akan menceritakan beberapa prosesi yang dilakukan dalam pernikahan adat Jawa.

Meskipun demikian, menurut saya posternya kurang greget dan membingungkan. Warna pink menunjukkan cinta yang bahagia, tapi ceritanya bukan tentang sepasang kekasih berbunga-bunga. Cerita tentang tradisi Jawa yang menurut saya jadi salah satu kelebihan film ini malah tidak ada di poster. Teman saya yang ikut nonton film ini jadi bingung, ini filmnya tentang apa kok beda sama posternya. Hehehe.

Yasnina Putri (Atiqah Hasiholan) adalah seorang alpha female yang menjadi CEO di sebuah perusahaan manajemen investasi. Selain menjadi CEO, Nina juga aktif mengisi acara tentang investasi di beberapa televisi. Hidup Nina semakin sempurna karena dilamar oleh kekasihnya, Surya (Arifin Putra). Surya ternyata juga anak dari Arifin Iskandar (Tio Pakusadewo), pemilik perusahaan tempat Nina. Untuk membantu pekerjaannya, Nina dibantu oleh asistenya, Ardy (Marthino Lio).

Namanya hidup, yang sempurna pun pasti ada celanya. Kalau orang bilang “Hidup itu seperti roda berputar, kadang di atas, kadang di bawah”. Begitu juga dengan hidup Nina, di puncak kesempurnaan hidupnya, tiba-tiba dia dikhianati oleh atasan dan calon mertuanya sendiri sampai bangkrut dan tidak punya apa-apa. Ardy pun mengingatkan Nina bahwa dia masih memiliki sebuah rumah di kawasan Tawangmangu yang belum dibalik nama, yang bisa dijual dan uangnya digunakan untuk mengurusi masalahnya secara hukum dengan Arifin.

Continue reading
Advertisements

Jangan ke Lombok, Move On-nya Berat, Kamu Gak Akan Kuat

Judul tulisan ini sedikit ter-Dilan ya. Maklum, yang nulis abis nonton film Dilan, jadi masih kebawa gitu deh. Pertama kali ke Lombok, Maret 2016 pas Kelas Inspirasi Lombok 3. Perjalanan ini sempat sedikit ditulis di (Nuansa Komersil di Wisata Desa Adat Sade) dan (Terinspirasi di Balik Ramainya Gili Trawangan). Pas 2016 akhir – 2-17 awal kebetulan dapat project riset di sana, lumayan dalam 4 bulan, ke Lombok hampir tiap bulan. Lanjut lagi ke Kelas Inspirasi Lombok 4, yang sempat direncanakan menjadi Kelas Inspirasi terakhir.

Akhir 2017, ditawarin lagi mau ikut Kelas Inspirasi Lombok atau enggak. Dan, seperti di judul “Move On”-nya berat, ga akan kuat, jadilah tergoda lagi buat ikut Kelas Inspirasi Lombok 5. Seperti biasa, perjalanan di Lombok dimulai dengan penerbangan sore/mendekati last flight dan ditutup dengan penerbangan first flight. Pokoknya tidak ingin menyia-nyiakan waktu, biar efektif dan efisien di Lombok. Berangkat Kamis sore (yang jadinya delay jadi Kamis malam) dan balik Senin pagi, langsung ke kantor dan presentasi.

Jadi, ngapain aja perjalanan hampir seminggu tersebut?

Mengenal Kuliner, Budaya dan Kehidupan Masyarakat Lombok Utara

Kelas Inspirasi Lombok 5 kali ini kebetulan mengambil tema tentang Jelajah Budaya. Lokasi KIL 5 berada di Kecamatan Kayangan dan Kecamatan Bayan, daerah yang masih lekat dengan budaya yang berada di Kabupaten Lombok Utara, yang biasa dikenal dengan sebutan KLU. Kebetulan kebagian lokasi di SDN 2 Sambik Elen, yang berada di Kecamatan Bayan, yang merupakan perbatasan dengan Desa Sajang, Kec. Sembalun, Kabupaten Lombok Timur (Nah kalau ini bisa disingkat Lotim, bukan KLT).

SDN 2 Sambik Elen ini berada di Dusun Barung Birak, Desa Sambik Elen. Perjalanan dari Kota Mataram bisa lewat daerah Senggigi menyusuri pantai atau daerah Pusuk yang naik turun berliku yang berlanjut ke daerah Tanjung sampai akhirnya sampai di Sambik Elen. Sepanjang perjalanan dari Tanjung ke Sambik Elen pun akan tetap ditemani keindahan pantai. Tidak lupa kami mampir ke warung sate ikan yang berada di sekitaran pantai daerah Selengan. Sate ikan per porsi isi 10 tusuk dibandrol harga Rp 20.000. Pepes kepala ikannya pun tidak kalah juara, Rp 20.000 sudah dapat 10 bungkus.

DSC_4774

Sate ikan

Continue reading

Ziarah, Film Sederhana tentang Pencarian dan Mengikhlaskan

 

Kalau mendengar judulnya, pasti kepikirannya sama film horor ecek esek, dengan hantu yang ga keren. Tapi ternyata salah banget. Film ini juga bukan film mewah dengan berbagai aktor dan aktris terkenal. Film yang disutradarai oleh BW Purbanegara ini dibintangi oleh Mbah Ponco Sutiyem, orang biasa tanpa latar belakang akting yang berasal dari daerah Gunungkidul, Yogyakarta.

Liat dulu poster dan trailernya ya.

ZIARAH-2017-pf-1.jpg

Film ini menceritakan tentang Mbah Sri (diperankan oleh Mbah Ponco) yang mencari makam suaminya yang pamit mengikuti perang Agresi Militer Belanda II. Meskipun tinggal bersama cucu laki-lakinya, Mbah Sri nekad berangkat sendiri mencari makam suaminya tersebut. Sang cucu pun akhirnya ikut dalam pencarian, mencari Mbah Sri sekaligus mencari makam kakeknya. Dalam perjalanan mereka berdua, kematian suami Mbah Sri sebagai pejuang masih simpang siur.

Continue reading

2017, Welcome!

Berbeda dengan postingan Tahun Baru 2016 lalu, tulisan tentang pencapaian atau refleksi tahun 2016 ini aku tulis di hari pertama Tahun 2017. Malam tahun baru, aku manfaatkan sebaik-baiknya untuk hibernasi. Not in a good mood buat nulis juga, jadinya tulisan tentang tahun 2016 ini pun baru aku tulis setelah nonton Cek Toko Sebelah sebagai film pertama yang aku tonton di 2017 dan menikmati yoghurt, pastry tuna dan segelas cappucino sebagai makanan pertama yang aku makan di 2017.

Jadi, bagaimana 2016 versi saya? Cekidot!

20161230_165951

bestnine2016 on Instagram

 

Continue reading

Drama Komedi Ringan Berbalut Sindiran di Film “Talak 3”

 

Bulan Februari ini kayaknya lumayan banyak film Indonesia yang rilis, salah satunya film “Talak 3” ini. Setelah sukses di Yogyakarta dengan film “Surga Yang Tak Dirindukan”, Laudya Cynthia Bella pun ternyata belum bisa move on dari Yogyakarta. Di film “Talak 3” ini Bella beradu akting dengan Vino Bastian dan Reza Rahadian. Sebelum lanjut, lihat trailernya dulu deh.


Di film ini, Bella dan Vino berperan sebagai mantan sepasang suami istri bernama Risa dan Bagas. Setelah bercerai karena Bagas diduga selingkuh dengan penyanyi dangdut, Risa dan Bagas terbelit masalah dengan debt collector karena belum melunasi tagihan rumahnya. Mantan pasangan suami istri ini pun mendapatkan tawaran untuk menyelenggarakan sebuah project wedding expo yang pernah mereka tawarkan proposalnya beberapa tahun lalu sewaktu mereka masih menjadi suami istri.

Talak-3

Poster Film “Talak 3”

Untuk mendapatkan project tersebut mereka harus kembali menjadi pasangan suami istri. Di tengah persiapan project pun ternyata benih-benih cinta kembali bersemi, dan mereka ingin kembali rujuk. Sayangnya, sewaktu proses perceraian, Bagas sudah terlanjur mengucapkan talak 3 kepada Risa. Untuk rujuk, disyaratkan Risa harus menikah dulu dengan lelaki lain dan kemudian bercerai. Berbagai cara mereka lakukan agar dapat menikah lagi, termasuk mengakali pegawai KUA dan juga meminta sahabat mereka, Bimo (Reza Rahadian), untuk menikahi Risa dan kemudian menceraikannya. Dramanya mulai di sini nih, usut punya usut, ternyata Bimo menyukai Risa sejak SMP. Penasaran? Nonton sendiri aja deh.

Continue reading

Romansa di Balik Perkembangan Kretek di Indonesia (Review Novel Gadis Kretek)

 

Meskipun ada istilah “Don’t judge a book by its cover”, tapi jujur sih tertarik dengan novel “Gadis Kretek” karena lihat sampulnya. Beberapa kali melewati rak toko buku, novel bergambarkan seorang gadis Jawa berkebaya yang sedang merokok terlihat menarik. Judulnya menarik juga sih, sebagai salah satu penerima beasiswa salah satu perusahaan rokok kretek di Indonesia, cerita tentang kretek cukup ada yang saya tahu.

Novel ini dikarang oleh Ratih Kumala, yang juga pengarang novel Tabula Rasa yang sudah pernah difilmkan. Ratih Kumala adalah istri dari Eka Kurniawan yang juga penulis, so sweet banget ya. Novel Gadis Kretek saat ini sudah diterjemahkan ke dalam dua bahasa, English dan German. Dalam edisi English, novel ini berjudul Cigarette Girl  yang diterbitkan juga oleh penerbit yang sama dengan novel Gadis Kretek, yaitu Gramedia Pustaka Utama. Versi German buku ini berjudul Das Zigarettenmadchen yang diterbitkan oleh penerbit di Jerman.

GADIS-KRETEK_29032012134046

Gadis Kretek

Awal novel ini menggambarkan tentang sakitnya seorang pemilik perusahaan kretek terbesar di Indonesia saat ini yang bernama Pak Raja (baca : Raya). Di saat mendekati ajal, bukannya menyebut nama istrinya, Pak Raja malah menyebut nama Jeng Yah. Siapakah Jeng Yah? Apa mungkin mantan pacar Pak Raja dan Pak Raja belum bisa move on?

Continue reading

Di Kairo Maupun Edinburgh, Fahri Masih Tetap Mempesona

 

Sengaja sih sebenarnya bikin judul yang agak nyeleneh. Baiklah, sebenarnya tulisan ini sudah ingin dibuat tidak lama setelah baca buku Ayat-ayat Cinta 2. Nah, kebetulan minggu ini ada berita mengejutkan tentang menikahnya si Fahri alias Fedi Nuril pada tanggal 17 Januari 2016 nanti, kayaknya waktu yang tepat nih buat review sedikit novel fenomenal karya Kang Abik ini. Ga penting ya alasannya? Baiklah

Novel Ayat-ayat Cinta 2 masih merupakan kelanjutan novel Ayat-ayat Cinta yang fenomenal di tahun 2004. Novel yang berisikan kurang lebih 418 halaman ini, sukses mencapai cetakan sebanyak 160 ribu eksemplar hanya dalam waktu tiga tahun. Pada tahun 2008, buku ini difilmkan dan berhasil meraup jumlah penonton sebesar 3.581.847 penonton. Berada pada urutan kedua box office Indonesia tahun 2008 setelah film Laskar Pelangi (Sumber : filmindonesia.or.id).

Ayatayatcinta

Ayat-ayat Cinta 1

Novel Ayat-ayat Cinta 2 ini sebelumnya juga sempat dibuat cerita bersambung di koran Republika. Saya sempat mencoba download beberapa gambar cerita bersambung ini, tapi ga kuat bacanya kalau kepotong-potong. Jadi, saya tunggu bukunya saja. Dan seperti biasanya, coba ikutan pre order dan dapat buku Ayat-ayat Cinta 2 plus tanda tangan Kang Abik bonus buku Ayat-ayat Cinta 1.

DSC_0552

Penampakan Ayat-ayat Cinta 2

Continue reading