Review Bukaan 8, Lumayan Lah Buat Bekal

Sebelum lanjut, nih official trailer dan posternya.

bukaan-8

Dari trailer dan poster udah keliatan kan siapa pemainnya. Yaps, film ini dibintangi oleh Chicco Jerikho dan Lala Karmela. Di proses penggarapan film ini, Chicco juga jadi produsernya loh.

Di sini, Chicco berperan menjadi Alam, seorang netizen aktif dengan ribuah followers. Saking aktifnya, pas nyetir pun Alam masih sempet twitwar sama politisi. Alam di sini memang kritis dan idealis. Alam punya istri yang bernama Mia (diperankan oleh Lala Karmela). Diceritakan di sini Mia sedang menjelang proses persalinan, sesuai kan dengan judulnya “Bukaan 8”.

Sedikit bermasalah karena masalah pekerjaan dengan mertuanya, Alam ingin membuktikan bahwa dia bisa menjadi suami yang baik bagi Mia. Salah satunya dengan memberikan persalinan yang terbaik untuk Mia dan calon anaknya nanti. Kebetulan di salah satu rumat sakit besar di kawasan penting Jakarta sedang ada paket persalinan normal untuk kamar VIP dengan paket yang murah. Tapi ternyata, paket itu sudah berakhir 1 hari sebelumnya di akhir bulan. Alam pun kelabakan mencarikan tambahan biaya untuk istrinya. Bagaimana cara Alam bisa membayar kekurangan biaya rumah sakit? Tonton aja filmnya, mumpung belum turun dari beberapa layar bioskop.

Seperti film yang disutradari Angga Dwimas Sasongko, film ini sebenarnya menyindir beberapa kondisi-kondisi yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini. Mulai dari hate speech, dikit-dikit somasi sampai penggunaan tempat ibadah untuk politik. Lagi in banget di Indonesia kan?

Berbicara tentang nilai pelajaran yang bisa diambil, film ini memperlihatkan perjuangan sang Ayah memberikan yang terbaik untuk istri dan anaknya. Kebahagiaan itu memang selayaknya diperjuangkan bukan.

Kenapa aku tulis tentang “bekal” di judul? Film ini cukup mengingatkanku tentang bekal berumah tangga, terutama bekal menyiapkan persalinan. Cuuiii, biaya melahirkan normal kelas VIP di rumah sakit Jakarta sekitar 20 juta cuiiiii. Mahal  yaa. Mungkin kalau di kelas yang lebih rendah di kota seperti Surabaya bisa lebih murah. Lahiran di kampung di saudara aku yang bidan aja deh ya.

Tapi yang namanya jodoh dan nanti tinggal di mana masih belum tau sih ya, jadinya mulai sekarang mulai siapin bekal buat anak. Sebisa mungkin mulai dari persalinan sampai pendidikan. Jadi makin semangat buat nambahin tabungan nih. Berani punya anak berarti kudu berani menjalankan kewajiban sebagai orang tua kan?

Melihat perjuangan Alam – Mia ini juga, jadi kepingin buat sejenis diary kecil buat anakku nanti. Diary sederhana ini nantinya isinya tulisan Emaknya yang alay ini tentang proses ketemu Bapaknya, nikahnya sampai persiapan persalinannya. Nanti dikasih foto-foto dikit. Vintage ya kayaknya.

Kenapa ga nulisnya di blog aja? Hmmmm, kayaknya sekarang yang lebih konvensional dan lebih kuno itu lebih unik dan berkesan. Ya ga sih? Perjuangan bikinnya sih yang berkesan

Trus sekarang bukunya uda mulai dibikin Nes? Belum sih *nyengir kuda

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s