Author: neserike
-
“Kado” Ulang Tahun ke-725 untuk Suroboyo

“Surabaya itu kota yang kondusif dan aman, orang-orangnya keras dan beragam tapi tetap toleran”, sebuah kesimpulan yang saya dapatkan selesai melakukan serangkaian wawancara terhadap beberapa tokoh masyarakat di Surabaya pada akhir tahun 2017 lalu. Hampir 11 tahun tinggal di Kota Pahlawan, suasana itu pula yang saya rasakan. Orang Surabaya memang terkenal keras tanpa basa basi,…
-
Pemimpin Magetan Zaman Now

Satu tahun sebelum ajang pesta demokrasi nasional yaitu Pilpres 2019, rakyat Indonesia diajak pemanasan terlebih dahulu dengan diadakannya Pilkada Serentak 2018. Tidak main-main, Pilkada Serentak 2018 diikuti oleh 171 daerah. Ke-117 daerah tersebut adalah 17 provinsi, 115 kabupaten dan 39 kota. detailnya bisa dilihat di sini. Jika dibandingkan dengan total provinsi di Indonesia, provinsi yang…
-
Tembok Tinggi yang Dibangun Arini Runtuh karena Optimisme Jiwa Muda Nick (Review Film “ARINI”)

Bagi beberapa perempuan, luka yang pernah mereka alami di masa lalu akan mendorong mereka untuk membangun tembok yang tinggi dan keras di hati mereka agar tidak gampang ditembus. Kok saya tahu? Pengalaman woi. Begitu juga dengan Arini (Aura Kasih), janda berusia 38 tahun yang sedang menempuh pendidikan S2-nya di Jerman. Terkesan angkuh, kukuh, namun di…
-
Melihat Sisi Lain Perkebunan Sawit Indonesia melalui “Asimetris”

Apa itu “Asimetris”? “Asimetris” ini adalah judul sebuah film dokumenter yang dibuat oleh WatchDoc, sebuah rumah produksi yang didirikan oleh Dandhy Laksono. Watchdoc sudah membuat banyak film dokumenter. Beberapa contohnya adalah “Samin vs Semen” dan “Belakang Hotel”, dua film dokumenter Watchdoc yang pertama kali saya tonton beberapa tahun lalu. Seperti layaknya film dokumenter, film garapan…
-
“Love for Sale”, tentang Merusak Zona Nyaman Kesendirian

Tulisan ini sebenarnya adalah sebuah review kecil tentang film berjudul “Love for Sale”. Meskipun judulnya dalam Bahasa Inggris, tapi ini adalah sebuah film Indonesia yang menarik. Love for Sale mengambil tema kekinian tentang terlalu lama sendiri. Eeeeaaaakkkk. Ini nih official poster dan sambil dilihat dulu sekilas official trailer-nya ya. Film ini diproduseri oleh Angga Dimas…
-
Uangmu, Uangku, Uang Kita : Bagaimana Sebaiknya Mengatur Keuangan bersama Pasangan?

Sebelum mungkin pada banyak yang nyinyir “Ah Nes, kamu nikah aja belum kok sok ngajarin” atau “Halah, masih single aja kok kebanyakan teori. Nikah sana”, aku kasih disclaimer dulu ya. Jadi tulisan ini adalah hasil review-ku dari seminar kecil dalam rangka Savvy Investor Class yang diselenggarakan oleh Panin Asset Management. Karena kebetulan aku nasabah…
-
“Yo Wis Ben”, Review Tipis Film dengan Boso Jowo Logat Ngalam

Pada tahu Bayu Skak ga sih, salah satu influencer terkenal dari Malang (bisa disebut juga dengan Ngalam) yang terkenal dengan videonya yang berbahasa Jawa. Nah, Bayu Skak ini akhirnya merambah ke dunia perfilman. Setelah muncul sebagai aktor pendukung di beberapa film seperti Hangout-nya Raditya Dika, akhirnya Youtuber yang bernama asli Bayu Eko Moektito ini mencoba peruntungan sebagai…
-
Bonusannya Masih? Nyoba Sukuk Ritel Yuk!

Masuk bulan Februari, aku merasa ada sesuatu yang kurang. Setelah aku ingat-ingat ternyata biasanya bulan Februari itu adalah waktu buat mulai pemesanan sukuk ritel. Awal bulan Februari aku pun membuka browser dan mengetikkan, keyword “sukuk ritel 2018”. Belum ada berita yang meyakinkan. Di minggu kedua Februari, waktu aku ngecek tabungan di salah satu bank syariah…
-
Aku Milenial, Dan Aku Punya Tabungan

Seminggu ini kayaknya di Twitter banyak berkeliaran artikel, infografis atau hasil riset tentang kondisi keuangan generasi milenial yang mengenaskan. Mulai artikel tentang generasi milenial yang tidak punya tabungan, generasi milenial yang tidak mampu beli rumah sendiri sampai tentang masa pensiun yang suram bagi generasi milenial. Salah satu artikel di kumparan.com yang berjudul “Hampir Setengah Milenial…
-
Menjadi Ibu, Menjadi Manager yang Multitasking (Review Film “Bunda : Kisah Cinta 2 Kodi”)

Setelah dibuat tertawa dengan film Dilan 1990 dengan gombalannya, aku coba nonton film berjudul “Bunda : Kisah Cinta 2 Kodi”. Dibandingkan film Dilan 1990, film ini jauh lebih realistis dan cukup membuatku sembap ketika keluar bioskop. Pemanasan biar pada ikutan sembap, coba lihat dulu sekilas trailer-nya. Film ini diangkat dari novel berjudul “Cinta Dua Kodi”…
