Tag: Review
-
Kami Pun Mulai Butuh yang Lebih Cepat dan Lebih Pasti
Eitssss, jangan baper, ini bukan masalah perasaan, pasangan dan lain sebagainya. Neser aja yang pingin bikin judul nyeleneh. Mungkin agak berat dikit ya bahasannya, tentang pergeseran kebutuhan konsumen di Indonesia, terutama generasi millenial. Salah satu hasil riset Youth, Women dan Netizen yang diselenggarakan oleh MarkPlus Insight di tahun 2014 menyebutkan bahwa ketiga segmen tersebut…
-
Ada Apa dengan Jogja?.. Eehh.. Ada Apa dengan Cinta 2?
Generasi 80-an pasti kenal dengan film “Ada Apa dengan Cinta?”. Setelah perfilman Indonesia begitu lama vakum, di tahun 2002 muncullah angin segar dengan keluarnya film AADC yang dibintangi oleh Dian Sastrowardoyo dan Nicholas Saputra. Film ini bisa menarik kurang lebih 2.700.000 penonton (Sumber : www.filmindonesia.or.id). Drama ala SMA milik Rangga – Cinta benar-benar masih…
-
Wa’alaikumussalam Paris!!!
Ini bukan tentang cerita waktu ke Paris sih, karena saya sendiri belum pernah ke Paris. Tapi memang berdoa sih supaya bisa ke Paris. Aamiin. Tulisan ini sedikit review tentang salah satu film Indonesia yang judulnya “Wa’alaikumussalam Paris”, tayang sekitar pertengahan Maret 2016 lalu. Pertama kali tahu ada film ini dari Twitter-nya si Ika Natassa.…
-
Dahsyatnya Marketing Buku ala Ika Natassa
Penggemar metropop pasti deh kenal dengan Ika Natassa ini. Penulis yang punya gaya tulisan yang unik. Lebih banyak mengangkat latar kehidupan urban dan beberapa masalah yang sedang kekinian. Sepertinya kali ini saya tidak akan melakukan review terhadap buku-buku karangan Ika Natassa yang sudah banyak. Saya coba melihat bagaimana keunikan Ika Natassa ini menjual bukunya…
-
Comic Eight Casino Kings Part 2, Ngakaknya Sampe Sakit Perut
Setelah Comic 8 : Casino Kings Part 1 sukses meraih sekitar 1.211.820 penonton pada tahun 2015 kemarin, sekuelnya pun kembali beraksi pada bulan Maret 2016 ini. Sesuai data filmindonesia.or.id, sampai tulisan ini diposting, jumlah penonton sudah mencapai 1.564.880 dan menjadi peringkat pertama perolehan penonton film Indonesia pada tahun 2016 ini. Seberapa keren sih? Nih…
-
Pesantren Impian, Film Thriller Indonesia Berbalut Nuansa Religi
Sekilas mendengar kata “Pesantren Impian”, mungkin kita akan terbayang dengan kehidupan pesantren yang membahagiakan bagi para santrinya. Sekilas seperti novel atau film “Negeri Lima Menara”. Tapi, ternyata novel karya Asma Nadia yang diadaptasi dalam sebuah film dengan judul yang sama ini tidak sepenuhnya menggambarkan tentang indahnya bermimpi. Saya sendiri selesai membaca novelnya semalam sebelum…
-
Family Trip, Wisata Tipis Kulon Omah ke Karanganyar
Kenapa sekarang suka traveling? Kayaknya salah satunya dulu sewaktu kecil keluarga sering ngajak jalan-jalan juga, meskipun ya ga jauh-jauh amat sampai keliling Indonesia. Kalau dulu mungkin lebih dikenal dengan kata “rekreasi”. Sewaktu saya masih SD, sering banget ikut rekreasi sekolahnya Bapak, sekolahnya Pak Puh ataupun rekreasi yang diselenggarakan oleh Kantor Desa (kebetulan Mbah Kung…
-
“A Copy of My Mind”, Hmmmmmm
Kenapa judulnya pake “hhhmmmmmm”, karena sebenarnya bingung mau mikir judulnya apa dan bingung juga mau pasang official poster yang kaya gimana biar yang baca atau yang lihat ga merasa aku terlalu vulgar. Hehehehe. “A Copy of My Mind”, sebuah film besutan salah satu sutradara unik Indonesia, Joko Anwar. Film ini juga menyabet sejumlah piala…
-
Drama Komedi Ringan Berbalut Sindiran di Film “Talak 3”
Bulan Februari ini kayaknya lumayan banyak film Indonesia yang rilis, salah satunya film “Talak 3” ini. Setelah sukses di Yogyakarta dengan film “Surga Yang Tak Dirindukan”, Laudya Cynthia Bella pun ternyata belum bisa move on dari Yogyakarta. Di film “Talak 3” ini Bella beradu akting dengan Vino Bastian dan Reza Rahadian. Sebelum lanjut, lihat…
-
Solo Trip, Menikmati Budaya dan Kuliner Sambil Reuni Tipis
Solo sebenarnya bisa ditempuh sekitar 2 jam perjalanan dari rumah saya di Magetan. Bisa lewat Sarangan tembus Tawangmangu, atau juga bisa lewat daerah Wonogiri, Jawa Tengah. Memang kebetulan rumah saya berada dekat dengan perbatasan, dan Solo sebenarnya lebih dekat dibandingkan dengan Surabaya. Sampai lulus kuliah, seingat saya terakhir kali saya ke Solo sewaktu SD…
