Review Bukaan 8, Lumayan Lah Buat Bekal

Sebelum lanjut, nih official trailer dan posternya.

bukaan-8

Dari trailer dan poster udah keliatan kan siapa pemainnya. Yaps, film ini dibintangi oleh Chicco Jerikho dan Lala Karmela. Di proses penggarapan film ini, Chicco juga jadi produsernya loh.

Di sini, Chicco berperan menjadi Alam, seorang netizen aktif dengan ribuah followers. Saking aktifnya, pas nyetir pun Alam masih sempet twitwar sama politisi. Alam di sini memang kritis dan idealis. Alam punya istri yang bernama Mia (diperankan oleh Lala Karmela). Diceritakan di sini Mia sedang menjelang proses persalinan, sesuai kan dengan judulnya “Bukaan 8”.

Continue reading

Belajar Jadi Wanita Kuat dari Film Athirah

Siapakah Athirah?

Mungkin beliau tidak seterkenal Kartini ataupun pahlawan wanita Indonesia yang lain. Athirah juga tidak sefenomenal Awkarin ataupun Anya Geraldine yang vlognya ditonton jutaan orang. Film “Athirah” ini, yang saat ini masih bertahan di bioskop 5 kota (Jakarta, Tangerang, Makassar, Palu dan Gorontalo) baru bisa meraih 64.984 penonton (Sumber : filmindonesia.or.id)

Jadi, siapakah Athirah itu? Biografi tentang Athirah, pernah ditulis oleh Alberthiene Endah, penulis yang juga menulis buku biografi tentang Merry Riana yang juga difilmkan akhir tahun 2014 lalu. Athirah yang dipanggil “Emmak” oleh anak-anaknya ini adalah Ibunda dari salah satu wakil presiden kita, Jusuf Kalla (JK).

Film “Athirah” yang dibintangi oleh Cut Mini dan Christoffer Nelwan ini menceritakan tentang perjalanan hidup dari ibu dari Jusuf Kalla Ini. Mulai dari bagaimana perjuangan Emmak dan Puang Aji (Hadji Kalla) pindah dari Bone ke Makassar untuk mengadu nasib sampai menjadi saudagar dengan berbagai bisnis.athirah-poster

Tidak banyak yang tahu kalau kehidupan Ucu (nama kecil Jusuf Kalla) ini ternyata dekat dengan poligami. Meskipun tahu dipoligami, Emmak tidak meminta talak kepada Puang Aji. Emmak memang meminta Puang Aji untuk keluar dari rumah dan ikut istri keduanya, namun tetap shalat berjamaah dengan anak-anak dan makan siang di rumah Emmak. Meskipun sakit, tapi Emmak tetap berusaha untuk kuat. Terasa berbeda dengan fenomena poligami sekarang. Sekarang, kalau tidak terima dipoligami, curhat di media sosial, infotainment sambil saling membuka aib.

Continue reading

Kami Pun Mulai Butuh yang Lebih Cepat dan Lebih Pasti

 

Eitssss, jangan baper, ini bukan masalah perasaan, pasangan dan lain sebagainya. Neser aja yang pingin bikin judul nyeleneh. Mungkin agak berat dikit ya bahasannya, tentang pergeseran kebutuhan konsumen di Indonesia, terutama generasi millenial.

Salah satu hasil riset Youth, Women dan Netizen yang diselenggarakan oleh MarkPlus Insight di tahun 2014 menyebutkan bahwa ketiga segmen tersebut mempunyai anxieties & desires “To Be Faster, Better and Easier”. Bener ga sih ini? Oke, aku akan coba menceritakan beberapa pengalamanku dalam pemilihan produk ataupun layanan yang mempertimbangkan kecepatan, kualitas lebih baik dan kemudahan.

Continue reading

Sabtu Berkeringat di MI Zainul Ulum Gondanglegi

 

Ini sebenarnya masih tentang Kelas Inspirasi, semoga yang membaca ga bosan ya. Setelah beberapa waktu lalu tentang kegiatan sowan ke SDN Jogodalu yang pernah menjadi Zona Inspirasi di Kelas Inspirasi Gresik, kali ini saya bersama Rombel 55 Kelas Inspirasi Malang kembali ke MI Zainul Ulum Gondanglegi. Kalau kata temen-temen sih ini sejenis follow up. Apapun namanya, sebenarnya hanya kamuflase kami karena kangen sama senyum lugu siswa-siswi MI Zainul Ulum dan juga kangen jebur ke Sumbersirah (padahal saya ga nyebur sih waktu itu).

Via grup Whatsapp, kami mulai berkoordinasi, kegiatan apa yang akan kami lakukan di MI Zainul Ulum, biar ga terkesan cuma dolan aja. Beberapa kegiatan sudah kami susun. Teman-teman yang di Malang merencanakan untuk meet up sebentar, namun ternyata hanya sekedar wacana. Akhirnya kami pun memutuskan untuk langsung berkumpul pada saat pemberangkatan, di hari Sabtu, 20 Februari 2016 di meeting point Alun-Alun Malang.

Mendekati hari, ternyata banyak teman-teman Rombel 55 yang berhalangan hadir. Mulai dari Arai yang sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Kemudian Mas Fajar yang harus menyelesaikan proyek kapalnya. Dilanjutkan Santi yang ada janji ketemu dengan klien penting. Dan Mas Aris yang harus mengantar istrinya ke Surabaya, juga Mas Yudi yang istrinya mendadak sakit. Selain itu masih ada Mba Choy dan Mba Gustin serta Wildan yang sudah menginformasikan tidak bisa datang dari awal.

Berangkat dari Alun-Alun Malang sekitar jam setengah 7, jam 7 lebih sedikit kami pun tiba di MI Zainul Ulum. Kebetulan pada hari tersebut, siswa kelas 6 beserta guru kelasnya dan kepala sekolah sedang ada acara di Batu. Pak Rustandi, salah satu guru menginformasika bahwa kepala sekolah sepenuhnya acara hari ini kepada kami. Duh ga enak sebenarnya mengganggu jadwal pelajaran. Setelah beristirahat sebentar dan menyusun detail acara, kami pun memulai kegiatan di hari Sabtu tersebut.

Kegiatan yang pertama kali kami lakukan adalah Senam Zumba yang dipandu oleh Mas Nicky. Anak-anak dikumpulkan di depan lapangan. Senam Zumba yang dipimpin Mas Nicky ini cukup membuat kami berkeringat. Tidak hanya Zumba, keringat kami pun juga menetes karena Senam Pinguin. Tapi sebelum mulai Senam Pinguin, Mas Nicky memberi sedikit intermezo dengan mengajak anak-anak untuk kuis tentang wawasan Indonesia. Sebenarnya kuis ini hanya kamuflase sih, karena sedikit ada masalah teknis pada laptop yang digunakan untuk menyetel lagu Senam Pinguin.

IMG-20160223-WA0014[1]

Senam Zumba Dipimpin Mas Nicky

IMG-20160226-WA0028[1].jpg

Senamnya Semangat Banget

Continue reading

Drama Komedi Ringan Berbalut Sindiran di Film “Talak 3”

 

Bulan Februari ini kayaknya lumayan banyak film Indonesia yang rilis, salah satunya film “Talak 3” ini. Setelah sukses di Yogyakarta dengan film “Surga Yang Tak Dirindukan”, Laudya Cynthia Bella pun ternyata belum bisa move on dari Yogyakarta. Di film “Talak 3” ini Bella beradu akting dengan Vino Bastian dan Reza Rahadian. Sebelum lanjut, lihat trailernya dulu deh.


Di film ini, Bella dan Vino berperan sebagai mantan sepasang suami istri bernama Risa dan Bagas. Setelah bercerai karena Bagas diduga selingkuh dengan penyanyi dangdut, Risa dan Bagas terbelit masalah dengan debt collector karena belum melunasi tagihan rumahnya. Mantan pasangan suami istri ini pun mendapatkan tawaran untuk menyelenggarakan sebuah project wedding expo yang pernah mereka tawarkan proposalnya beberapa tahun lalu sewaktu mereka masih menjadi suami istri.

Talak-3

Poster Film “Talak 3”

Untuk mendapatkan project tersebut mereka harus kembali menjadi pasangan suami istri. Di tengah persiapan project pun ternyata benih-benih cinta kembali bersemi, dan mereka ingin kembali rujuk. Sayangnya, sewaktu proses perceraian, Bagas sudah terlanjur mengucapkan talak 3 kepada Risa. Untuk rujuk, disyaratkan Risa harus menikah dulu dengan lelaki lain dan kemudian bercerai. Berbagai cara mereka lakukan agar dapat menikah lagi, termasuk mengakali pegawai KUA dan juga meminta sahabat mereka, Bimo (Reza Rahadian), untuk menikahi Risa dan kemudian menceraikannya. Dramanya mulai di sini nih, usut punya usut, ternyata Bimo menyukai Risa sejak SMP. Penasaran? Nonton sendiri aja deh.

Continue reading

Mau Beli Asuransi? Tujuan Lo Apa?

“Tujuan Lo Apa?” Itu kayaknya istilah yang nempel banget sama salah satu lembaga literasi finansial miliknya Ligwina Hananto. Bahkan, istilah juga sempet nangkring di novel “Critical Eleven” karya Ika Natassa. Beberapa tahun belajar tentang financial planning ala Teh Wina bikin istilah ini udah jadi pedoman banget buat dalam mengerjakan sesuatu, terutama yang ada hubungannya sama mengatur keuangan pribadi. Setahun lalu saya sempat menulis panjang tentang strategi financial planning saya dan juga tentang reksadana, dan mendapat respon yang cukup positif dari teman-teman. Tidak sedikit yang minta di-share materi tentang kedua tema tersebut.

QM Financial milik Ligwina Hananto yang kebetulan punya cabang di Surabaya, beberapa bulan terakhir di 2015 aktif mengadakan Financial Clinic Mini yang membahas beberapa topik menarik. Topik pertama yang diadakan tentang Dana Pendidikan untuk Anak. Sebenarnya pingin banget ikut sih, tapi setelah coba mention @mrshananto, dia menyarankan saya untuk tidak dulu mengikuti seminar ini. Kenapa ga boleh? Saya belum punya anak, belum menikah, bahkan calon aja juga belum jelas. (Curhat Nes?). Jadinya lebih baik ga ikut dulu. Baiklah, ikut kata idola. Tapi, saya udah seneng banget sih pas Teh Wina ini menjawab pertanyaan saya dan mention saya di Twitter.

 
Financial Clinic Mini yang kedua judulnya “Semua Tentang Reksadana” yang rencananya dibawakan financial planner-nya QM Financial yang berkedudukan di Surabaya, namanya Mbak Yasmeen. Tanpa pikir panjang, saya pun daftar. Lumayan murah lah, Rp 200.000 rupiah bisa dapat knowledge selama sekitar 2 jam yang menurut saya bermanfaat banget. Lebih murah dari biaya training tentang marketing di kantor saya. Eeeehhhh.
Akhirnya saya tahu kenapa kegiatan ini bernama Financial Clinic Mini, ya karena memang jumlah peserta yang ikut cukup terbatas. Sepertinya salah satunya juga karena minat penduduk Surabaya dan sekitarnya terhadap financial planning masih belum besar. Seminar kecil ini dilaksanakan di salah satu ruang meeting di Gedung Spazio. Kebetulan pas seminar tentang reksadana ini, yang datang sekitar 6 orang peserta. Dengan komposisi 5 orang wanita, 1 orang pria dengan perbandingan menikah : single sebesar 3:3. Pembahasan tentang reksadananya sih sebenarnya tidak berbeda jauh dengan tulisan yang sempat saya share setahun yang lalu, tetapi memang lebih detail. Kalau berminat materinya, nanti bisa minta saya. Bisa kontak saya melalui telepon, sms, WA, Path, FB. Twitter maupun Instagram. Materinya masih berupa hardcopy, tapi nanti kalau memang ada yang berminat bisalah di-scan.

 
Nah, ternyata QM Financial pun tidak berhenti untuk memberikan edukasi finansial kepada warga Surabaya. Pada bulan Desember, QM Financial berencana mengadakan kembali Financial Clinic Mini dengan tema “All About Insurance”. Tertarik banget nih, karena setahu saya QM Financial ini agak anti asuransi. Anti asuransi di sini bukannya sama sekali melarang asuransi, tapi QM Financial lebih menyarakan untuk memilih asuransi sesuai kebutuhan. Asuransi sebagai proteksi, bukan sebagai investasi. Sebagai salah satu nasabah asuransi yang merasa sedikit terjerumus, seminar tentang ini tidak boleh saya lewatkan. Tapi sayang, ternyata seminar ini pun akhirnya ditunda sampai Januari 2016.

 
Ternyata salah satu adik tingkat saya yang kebetulan kerja di sebuah perusahaan asuransi tertarik untuk mengikuti seminar ini juga. Saya sempat ingatkan dia bahwa QM Financial ini agak sensitif dengan asuransi, tetapi dia tetap berniat ingin ikut karena sebagai karyawan yang masih cukup baru, dia belum paham banyak tentang asuransi. Tanggal 9 Januari kemarin, akhirnya seminar “All About Insurance” ini pun terlaksana. Dan pesertanya jauh lebih mini dari seminar tentang reksadana kemarin. Jumlah pendaftar sebenarnya 7 orang, tetapi apesnya 4 orang yang ternyata dari Malang harus mengalami peristiwa mobil mogok. Jadilah akhirnya cuma 3 orang, lebih asik malah serasa konsultasi.

DSC_0800 Continue reading

2015, Bye!

 

Di malam tahun baru ini, saya tertidur sepulang kantor, bangun-bangun sudah hampir jam 10, kemudian cuci baju lanjut setrika sambil nonton film “3” yang diputar di Net TV. Dengan sisa tenaga setelah, rasanya belum lengkap kalau belum menulis tentang pencapaian selama tahun 2015. Setiap orang pasti punya sudut pandang berbeda tentang pencapaian, termasuk juga saya. Jadi, apa pencapaian saya versi saya di tahun 2015 ini. Cekidot!

Blakrakan alias Traveling

Beberapa teman uda banyak komentar tentang betapa blakrakan saya sekarang ini. Ada yang bilang “bokong ga bisa diem tenang sebentar aja”, ada juga yang bilang “tiap minggu check in Path kalau ga di terminal ya stasiun”. Saya mungkin memang buka traveler sejati, mendaki gunung saja mungkin ga kuat. Tapi, ternyata naluri blakrakan saya sejak kecil memang tidak bisa dibohongi.

Dibandingkan tahun 2014, ada peningkatan signifikan dalam progress traveling saya. Mungkin didukung dengan kondisi finansial yang cukup baik. Alhamdulillah. Tercatat ada 7 trip pribadi yang terencana dengan baik dan berjalan tanpa hanya sekedar wacana

  1. Awal tahun 2015 dibuka dengan trip kecil ke Batu dan Malang bersama rombongan teman kantor. Agrowisata petik buah, Alun-alun Batu dan Bakso Bakar Pahlawan TRIP menjadi tujuan kami saat itu.
  2. Mei 2015 dibuka dengan trip yang setahun sebelumnya hanya wacana, Dieng. Bersama dengan adek kesayangan, akhirnya bisa menikmati Telaga Warna dan Puncak Sikunir.
  3. Ketagihan dengan trip bareng yang pertama, bersama tim kantor kali ini main ke Lamongan, dengan wisata Maharani Zoo dan Goa. Tidak lupa makan seafood di Paciran dan kuliner nasi boran pinggir jalan.
  4. Wacana yang keturutan lagi adalah menikmati Waisak di Borobudur. Dengan backpacker ala-ala bersama sahabat, akhirnya bisa main ke Borobudur lagi dan menikmati indahnya lampion di Puncak Perayaan Waisak.
  5. Setelah vakum cukup lama dari blakrakan terencana karena load kerjaan, bulan Oktober bisa main ke Goa Pindul. Lagi-lagi backpacker sama teman, naik angkutan umum, tetapi well done dan amat berkesan
  6. Masih berkutat dengan air dan basah-basahan, awal Desember saya ikut trip ke Gili Labak, sebuah pulau di selatan Madura. Dan di sana saya merasakan snorkeling saya yang pertama.
  7. Penutup tahun 2015, Karimun Jawa. Puas dengan snorkeling dan menikmati senjanya.

Jalan-jalan tidak terencana? Beberapa kali pekerjaan kantor membuat saya harus menikmati luar kota. Pernah menginap di Tuban dan Ngawi selama seminggu, jalan ke Solo sekalian pulang kampung, dan yang terakhir dan paling jauh, Jayapura.

2016? Belum ada traveling wishlist yang benar-benar wishlist. Let it flow aja jalan-jalannya.

Continue reading